Hangatnya Idul Fitri di Desa Agusen, Aceh bersuhu 13 derajat Celcius

10 hours ago 4
Syukurnya ratusan orang warga Agusen, tidak ada yang menjadi korban jiwa. Allah SWT masih sayang dengan kita..

Blangkejeren, Gayo Lues (ANTARA) - Gema takbir menyelimuti Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, saat ratusan warga penyintas banjir bandang merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di tengah suhu dingin yang mencapai 13 derajat Celcius, Sabtu.

Sejak pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB, warga mulai keluar dari hunian masing-masing untuk menjalankan tradisi silaturahmi. Mereka saling mengunjungi, dimulai dari rumah warga yang dituakan sebagai bentuk penghormatan dan menjaga adat setempat.

Warga penyintas bencana bersiap melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H di Desa Agusen, Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh, Sabtu (21/3/2026). Masyarakat penyintas bencana di Desa Agusen melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H di area lokasi bencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025. (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

Seorang warga, Sabedah (41), mengikuti tradisi tersebut dengan mendatangi rumah tetua kampung untuk saling bermaafan bersama warga lainnya. Kegiatan tersebut berlangsung sederhana namun penuh kekeluargaan dimana warga saling bersalaman, memberi rangkulan hangat yang seolah keluarga kandung.

Sementara itu Rahmat (62), salah satu tetua di desa telah menunggu di depan pintu hunian sementara (huntara). Ia bersama para anak dan cucunya untuk menyambut kedatangan warga dengan senyum ceria dan kemudian berjalan bersama menuju lapangan terbuka yang telah disiapkan untuk pelaksanaan shalat Idul Fitri (Id) berjamaah.

Mereka berbaris memanjang menuju lokasi shalat Id yang berada di bawah bukit tempat huntara dibangun. Sepanjang jalan tanah merah berbatu itu mereka membaur dengan warga penyintas bencana lainnya yang tidak menempati huntara tapi memilih balik ke rumah yang sudah direnovasi.

Dalam antrean tersebut salah seorang warga mengungkapkan rasa syukur karena tidak ada korban jiwa dalam bencana yang melanda desa tersebut.

“Syukurnya ratusan orang warga Agusen, tidak ada yang menjadi korban jiwa. Allah SWT masih sayang dengan kita,” ujarnya.

Kemudian dari barisan lain menjawab dengan harapan semoga kehidupan membaik seperti sebelumnya.

"Yang sabar ya pak. Meuah lahe baten," sambut ibu itu.

Warga penyintas bencana melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H di Desa Agusen, Blangkejeren, Gayo Lues, Aceh, Sabtu (21/3/2026). Masyarakat penyintas bencana di Desa Agusen melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H di area lokasi bencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Setibanya di lapangan lokasi shalat Id, warga tampak datang beriringan sambil membawa sajadah dan alas seadanya.

Sebagian kaum perempuan menggelar tikar dan karpet yang dibawa dari huntara, sementara yang lain membantu merapikan barisan di atas tanah yang masih berpasir dan berbatu.

Anak-anak duduk berkelompok di samping orang tua mereka, sesekali memandangi keramaian dengan wajah penuh rasa ingin tahu.

Meski fasilitas terbatas, suasana khusyuk tetap terjaga saat pelaksanaan shalat dimulai. Barisan jamaah tersusun rapi menghadap kiblat, dengan latar perbukitan hijau yang mengelilingi Desa Agusen.

Setelah shalat usai, warga saling bersalaman dan bermaafan, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.

Mereka balik ke hunian maupun rumah masing-masing menyantap hidangan rendang, lontong, gulai kari dan lemang dengan aroma rempa khas Gayo.

Desa Agusen merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak signifikan karena banjir bandang akhir November 2025. Total jumlah warga desa ada sebanyak 279 keluarga dan semuanya menjadi korban.

Dari jumlah tersebut ada sebanyak 155 kepala keluarga (KK) yang menempati huntara karena rumahnya rusak bahkan hancur hingga hanyut digulung arus deras. Selebihnya memilih bertahan memperbaiki rumah lama mereka dengan perbaikan memanfaatkan material sisa banjir.

Baca juga: Gayo Lues menuju raya dalam rekaman mata ANTARA

Baca juga: Gembira dalam remang kehidupan huntara 3x4 meter jelang Lebaran

Baca juga: Kebersamaan warga dan relawan menguatkan pemulihan Agusen

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Citro Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |