Google luncurkan Gemini 3 yang disebut sebagai model AI tercanggih

2 months ago 23

Jakarta (ANTARA) - Google meluncurkan Gemini 3 yakni model kecerdasan buatan (AI) generatif terbaru yang diklaim sebagai model paling canggih yang pernah dibuat perusahaan teknologi itu.

Dilansir dari Tech Crunch pada Rabu, model tersebut kini dapat langsung digunakan melalui aplikasi Gemini maupun fitur penelusuran berbasis AI. Gemini 3 diluncurkan tujuh bulan setelah Gemini 2.5 dirilis.

Kemunculannya juga terjadi kurang dari sepekan setelah OpenAI merilis GPT 5.1 dan dua bulan setelah Anthropic mengenalkan Sonnet 4.5, menandai ketatnya persaingan dalam pengembangan model AI.

Google juga menyiapkan versi yang lebih berfokus pada riset bernama Gemini 3 Deepthink. Model tersebut akan tersedia dalam beberapa pekan mendatang bagi pelanggan Google AI Ultra setelah melalui uji keamanan tambahan.

“Dengan Gemini 3, kami melihat lompatan besar dalam kemampuan penalaran. Model ini merespons dengan kedalaman dan nuansa yang belum pernah kami lihat sebelumnya,” ujar Kepala Produk Gemini Tulsee Doshi.

Baca juga: Google berinvestasi untuk bangun stasiun kabel bawah laut di Maladewa

Kemampuan Gemini 3 telah diukur oleh sejumlah pengujian independen. Model ini mencatat skor 37,4 pada tolok ukur Humanity’s Last Exam, skor tertinggi yang pernah tercatat untuk pengukuran penalaran umum.

Rekor sebelumnya dipegang GPT-5 Pro dengan skor 31,64. Gemini 3 juga berada di peringkat puncak LMArena, tolok ukur berbasis penilaian manusia yang mengukur kepuasan pengguna.

Menurut Google, aplikasi Gemini kini memiliki lebih dari 650 juta pengguna aktif bulanan, serta 13 juta pengembang perangkat lunak menggunakan model tersebut dalam alur kerja mereka.

Bersamaan dengan peluncuran Gemini 3, Google turut memperkenalkan Google Antigravity, antarmuka pemrograman berbasis Gemini yang menawarkan pengalaman coding agentik dengan beberapa panel, mirip dengan IDE agentik seperti Warp atau Cursor 2.0.

Antigravity menggabungkan jendela percakapan ala ChatGPT, antarmuka terminal, dan jendela peramban untuk menampilkan dampak perubahan yang dilakukan agen AI.

“Agen ini dapat bekerja dengan editor Anda, terminal, hingga peramban untuk membantu membangun aplikasi dengan cara terbaik,” kata CTO Google DeepMind Koray Kavukcuoglu.

Baca juga: Google gugat kelompok peretas di balik penipuan SMS berskala besar

Baca juga: Google Maps sematkan AI Gemini untuk tingkatkan kemampuan navigasi

Baca juga: Apple dan Google capai tahap diskusi akhir untuk Gemini tenagai Siri

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |