Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat nilai ekspor Jakarta pada Januari-September 2025 mencapai 12,8 miliar dolar AS, atau naik 33,64 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024.
Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin di Jakarta, Senin, mengatakan lonjakan ekspor juga terlihat dari perkembangan secara tahunan, yakni berupa kenaikan 24,55 persen pada September 2025 dibandingkan September 2024.
"Pada September 2025, nilai ekspor Jakarta tercatat sebesar 1,54 miliar dolar AS, meningkat dari September 2024, meningkat 24,55 persen dari September 2024," kata Hasanudin.
Pihaknya pun mencatat kenaikan ekspor Januari-September 2025 tidak terlepas dari perkembangan nilai ekspor sejumlah komoditas. Dari sepuluh komoditas utama, alas kaki mencetak peningkatan ekspor terbesar, yakni naik hingga 136,4 persen atau senilai 1,38 miliar dolar AS.
Baca juga: Ekspor Jakarta Januari-Agustus 2025 meningkat 34,99 persen
Kemudian, berdasarkan sektor, industri pengolahan menjadi pilar utama pertumbuhan ekspor nonmigas. Sektor tersebut mencatat kenaikan ekspor sebesar 3,25 miliar dolar AS atau 35,51 persen.
Sementara itu, sektor lain justru menunjukkan tren sebaliknya. Ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 23,88 juta dolar AS, dan ekspor dari sektor pertambangan dan lainnya merosot 0,76 juta dolar AS.
Berdasarkan negara tujuan pada Januari-September 2025, total nilai ekspor ke sepuluh negara tujuan utama mencapai 8,76 miliar dolar AS, atau tumbuh 33,41 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Peningkatan ekspor itu disebabkan kenaikan nilai ekspor ke sepuluh negara tujuan ekspor utama dibandingkan dengan Januari-September 2024.
Nilai ekspor ke Amerika Serikat mengalami peningkatan terbesar, yaitu 650,68 juta dolar AS (63,42 persen), sehingga memicu pertumbuhan ekspor Kota Jakarta pada periode Januari-September 2025.
Baca juga: Pertumbuhan ekspor Jakarta pada Agustus 2025 didorong nonmigas
Baca juga: Ekspor Jakarta hingga Juli 2025 capai 9,79 miliar dolar AS
Peningkatan ekspor kelompok komoditas alas kaki sebesar 455,08 juta dolar AS (130,37 persen) mendorong lonjakan ekspor ke Amerika Serikat.
Tujuan negara ekspor lainnya yang mengalami peningkatan adalah Thailand sebesar 541,49 juta dolar AS (121,29 persen) dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024.
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































