Ekonom sebut pertumbuhan ekonomi 5,04 persen sesuai ekspektasi pasar

3 months ago 28
Pertumbuhan PDB kuartal III yang mencapai 5,04 persen sesuai dengan perkiraan kami dan sedikit di atas konsensus pasar

Jakarta (ANTARA) - Department Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank Faisal Rachman menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2025 sebesar 5,04 persen tumbuh solid dan sesuai ekspektasi pasar.

“Pertumbuhan PDB kuartal III yang mencapai 5,04 persen sesuai dengan perkiraan kami dan sedikit di atas konsensus pasar. Moderasi ini wajar karena adanya normalisasi musiman setelah lonjakan konsumsi pada kuartal sebelumnya,” kata Faisal Rachman dalam pernyataan di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, dari sisi pengeluaran, laju pertumbuhan pada kuartal ini didorong oleh lonjakan belanja pemerintah dan ekspor neto yang menguat.

Belanja pemerintah meningkat tajam dari kontraksi 0,33 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II menjadi ekspansi 5,49 persen (yoy) di kuartal III, seiring langkah pemerintah mempercepat realisasi belanja produktif.

Sementara itu, ekspor tetap tumbuh 9,91 persen (yoy), didukung oleh permintaan kuat untuk minyak sawit (CPO), besi dan baja, serta lonjakan wisatawan mancanegara selama musim liburan.

Dari sisi sektoral, kontribusi utama berasal dari industri manufaktur yang kembali ekspansif, sektor perdagangan yang didorong pertumbuhan e-commerce, serta jasa informasi dan komunikasi yang meningkat seiring aktivitas ekonomi digital.

Faisal menambahkan kinerja ekonomi Indonesia ke depan masih akan ditopang oleh kebijakan pemerintah yang pro-pertumbuhan.

“Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 akan berada di kisaran 5,0–5,1 persen, naik dari proyeksi sebelumnya yang sedikit di bawah 5 persen. Konsumsi rumah tangga diperkirakan menguat seiring perbaikan pasar tenaga kerja dan inflasi yang terkendali,” ucap dia lagi.

Ia juga menilai bahwa prospek investasi tetap positif berkat ekspektasi pelonggaran suku bunga global maupun domestik, yang akan menurunkan biaya pendanaan dan meningkatkan kepercayaan investor.

Meski demikian, Faisal mengingatkan bahwa impor kemungkinan tumbuh lebih cepat dibanding ekspor karena banyaknya kebutuhan barang modal dan bahan baku industri.

“Secara keseluruhan, outlook 2025 tetap kuat meski dihadapkan pada risiko eksternal seperti ketegangan dagang dan perlambatan Tiongkok. Namun, potensi pemangkasan suku bunga dan stabilitas politik domestik akan menjadi katalis positif bagi sentimen pasar,” ujarnya.

Permata Bank juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 tetap di kisaran 5 persen, dengan catatan pemerintah mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi fiskal dan stabilitas makro.

Baca juga: BPS: Pertambangan jadi satu-satunya sektor yang kontraksi di TW-III

Baca juga: BPS: Sulawesi jadi wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi

Baca juga: Ekonomi TW-III tumbuh 5,04 persen didorong konsumsi rumah tangga

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |