DVI ambil delapan sampel DNA keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 

2 weeks ago 15
Tim telah memeriksa ante mortem keluarga korban. Ada delapan orang DNA (diambil) dan keterangan lainnya. Untuk dua lainnya (keluarga korban) belum

Makassar (ANTARA) - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mengambil delapan sampel DNA kepada keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 4-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulsel.

"Tim telah memeriksa ante mortem keluarga korban. Ada delapan orang DNA (diambil) dan keterangan lainnya. Untuk dua lainnya (keluarga korban) belum," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto kepada wartawan di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel, Jalan Kumala Makassar, Senin.

Ia menjelaskan setelah pengumpulan keterangan dan data ante mortem dan post mortem dari pihak keluarga, langkah selanjutnya dilakukan pencocokan dengan korban apabila ditemukan tim SAR gabungan, termasuk barang-barang korban.

"Dari data awal ante mortem dan post mortem ini akan dicocokkan, apakah sesuai dengan pihak penerbangan perusahaan itu. Kita masih menunggu penyerahan jasad korban atau temuan lainnya," tutur Didik saat konferensi pers.

Baca juga: Tim SAR gabungan kembali temukan satu korban kecelakaan pesawat ATR

Guna memperlancar proses identifikasi, kata dia, tim DVI telah menjemput bola melalui bekerja sama dengan Biddokes Polda lain tempat keluarga korban berdomisili guna memudahkan pengambilan data dan sampel DNA.

"Ada empat keluarga korban yang datang ke DVI dan empat keluarga yang didatangi tim di kediaman masing-masing. Data korban ini nanti disampaikan setelah diidentifikasi," katanya.

Terkait dengan dua jenazah korban yang telah ditemukan tim pencarian dalam operasi SAR dari total 10 orang korban di Gunung Bulusaraung, kata dia, diduga kuat adalah kru pesawat ATR tersebut.

"Tapi, kita tidak boleh menyampaikan siapa saja (identitas) yang sudah (ditemukan) dan belum, agar tidak terjadi kesalahan," ucap Didik.

Baca juga: Warga kenang pilot Andy Dahananto korban kecelakaan pesawat ATR

Sementara Kepala Bidang DVI Pudokkes Mabes Polri AKBP Wahyuhidayati menyebutkan sudah ada dua korban ditemukan. Namun belum diterima sampai saat ini untuk dilakukan pemeriksaan.

"Setelah ada jenazah baru bisa dilakukan post mortem. Jadi untuk jenazah pengambilan sampel akan dilaksanakan di tempat pemeriksaan jenazah. Kami tidak pernah mengambil sampel di TKP. Supaya, nanti terdata dengan baik nomornya, segala administrasinya," tutur Wahyuhidayati.

Sejauh ini belum ada jenazah tiba di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel. Kendati demikian pihaknya tidak tinggal diam dan bergerak mengumpulkan data ante mortem.

"Ini ternyata keluarga-keluarganya itu tidak ada di Sulsel. Ada yang di Jateng, ada di Jabar, ada di Bekasi. Kami berkoordinasi dengan Biddokes Polda setempat untuk mencari, mendatangi keluarga," ucapnya.

Baca juga: Prabowo perintahkan langsung pencarian korban usai kecelakaan ATR

Setelah mendapat kabar kecelakaan itu, ternyata beberapa keluarga secara inisiatif mendatangi Biddokes di Polda lain untuk diambil sampel DNA, bahkan difasilitasi oleh maskapai penerbangan untuk datang ke Sulsel.

"Makanya, kita tunggu. Sambil kita juga meminta nomor kontak para keluarga tersebut kalau kita butuh data tambahan, kita bisa tetap komunikasi," katanya.

Pada Operasi SAR hari ketiga, tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban dengan jenis kelamin perempuan berada di jurang Gunung Bulusaraung pada kedalaman 50 meter dari puncak. Sehari sebelumnya tim menemukan jenazah korban laki-laki di lereng jurang.

Baca juga: Keluarga pilot pesawat ATR bertolak ke Sulsel, jalani tes DNA

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |