Bandarlampung (ANTARA) - Komisi IV DPR RI mengingatkan pengelola Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur untuk tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga memperkuat sistem pencegahan serta pemulihan ekosistem.
"Yang harus kita pastikan bukan hanya apinya padam, tetapi bagaimana kebakaran tidak berulang. Kalau setiap tahun kita hanya sibuk memadamkan api, berarti ada persoalan dalam sistem pencegahannya yang harus dievaluasi," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A Rozak dalam keterangannya di Bandarlampung, Jumat.
Dia menjelaskan kerugian akibat karhutla di kawasan konservasi tidak hanya sebatas kerusakan vegetasi, melainkan juga mengancam ruang hidup dan ketersediaan pakan Gajah Sumatera.
Oleh karena itu, lanjutnya, penanganan karhutla harus dilakukan dari hulu melalui deteksi dini, kesiapan personel, pemantauan kawasan, serta keterlibatan masyarakat setempat.
Baca juga: Gubernur Lampung pantau gajah di Way Kambas aman dari kebakaran
Selain pencegahan, Komisi IV DPR RI menekankan pentingnya pemulihan kawasan terdampak secara terencana, termasuk kejelasan jenis tanaman rehabilitasi, luas area, hingga pengawasan secara berkala.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera TNWK Brigjen TNI Sriyanto menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat desa penyangga menjadi kunci keberhasilan konservasi.
Saat ini sebanyak 3.083 warga desa penyangga telah dilibatkan dalam berbagai program ekonomi alternatif, seperti penginapan (homestay), UMKM kuliner, hingga budi daya lebah.
Baca juga: TNI kerahkan drone untuk cegah karhutla di Lampung
Guna memperkuat pencegahan karhutla, Komite Gabungan bekerja sama dengan Kodam XXI/Raden Inten memberikan penyuluhan serta pelatihan penanggulangan karhutla dan pendeteksian dini bagi warga desa sekitar, sekaligus menyalurkan bantuan peralatan pemadam (alkon).
Kunjungan kerja spesifik dalam rangka Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027 tersebut diikuti 16 anggota Komisi IV DPR RI dari berbagai fraksi beserta tim tenaga ahli guna menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran di sektor kehutanan.
Rombongan meninjau Command Center Plang Ijo serta Rumah Sakit Gajah Prof. Dr. Ir. H. Rubini Atmawidjaja, dilanjutkan diskusi koordinasi bersama Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Satyawan Pudyatmoko, Kepala Balai TNWK MHD Zaidi, Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela, serta Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah.
Baca juga: Karhutla 2026: Menyelamatkan satwa, menjaga rumahnya
Pewarta: Agus Wira Sukarta
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































