DLH DKI angkut 137 ton sampah dari pesisir Tanggul Laut Muara Baru

2 weeks ago 11

Jakarta (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah mengangkut 137 ton sampah dari kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara sebagai langkah mencapai sterilisasi sampah di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto di Jakarta, Senin menyampaikan, pengangkutan dilakukan secara bertahap dengan peningkatan intensitas setiap harinya sejak Jumat (17/1).

Pada hari pertama, petugas mengangkut 35 ton sampah, kemudian 25 ton pada hari kedua, dan pada Minggu (18/1) sebanyak 77 ton sampah terangkut.

Pada hari ketiga, DLH DKi memperkuat penanganan dengan mengerahkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh unit truk sampah tipe kecil, enam unit truk tipe besar, dua unit ekskavator, serta dua unit perahu karet.

“Penanganan juga didukung berbagai alat bantu seperti APD, serokan sampah, cangkrang, dan kontainer sampah untuk mempercepat proses pengangkutan,” kata Asep.

Baca juga: Sebanyak 83,6 ton sampah diangkut di pesisir pantai Pulau Pramuka

Baca juga: Jakut turunkan produksi sampah 28,3 persen

DLH DKI, kata dia, menerapkan metode pemasangan sekatan dari material High-Density Polyethylene (HDPE) dan bambu untuk menahan pergerakan sampah agar tidak menyebar ke perairan yang lebih luas. Cara ini juga dinilai mempermudah pengumpulan dan pemuatan ke armada angkut.

“Ke depan, kami akan memperkuat sekatan secara lebih permanen di seluruh zona serta menyiapkan armada cadangan, terutama saat terjadi hujan,” katanya.

Dia menargetkan sterilisasi kawasan Muara Baru dapat diselesaikan dalam lima hari, dengan total sampah terangkut diperkirakan melebihi 200 ton sejak hari pertama penanganan.

Asep pun mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah ke badan air dan kawasan pesisir.

"Sampah yang masuk ke laut dan saluran air tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga memperberat upaya penanganan serta berpotensi menimbulkan dampak lanjutan," ujarnya.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |