Jakarta (ANTARA) - Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyebutkan sebanyak 96,31 persen murid kelas 12 jenjang pendidikan SMA memilih untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) meskipun tes tersebut tidak diwajibkan.
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Ali Mukodas mengatakan pihaknya telah dari jauh-jauh hari mengimbau setiap sekolah di wilayah Provinsi DKI Jakarta untuk memfasilitasi setiap murid yang ingin mengikuti tes tersebut.
“Yang pasti kalau sekolah saya minta untuk memfasilitasi. Jika ada murid yang mau ikut ayo fasilitasi, harus dikasih wadah duluan. Jumlah siswa kelas 12 di DKI Jakarta sebanyak 62.123, nah yang ikut TKA sebanyak 59.830 atau 96,31 persen,” kata Ali usai meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMAN 78, Jakarta Barat pada Senin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan salah satu alasan ketidakikutsertaan murid di DKI Jakarta dalam TKA dikarenakan murid tersebut berasal dari Satuan Pendidikan Kerja Sama (PKS).
Berdasarkan laman Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUDDikdasmen) Kemendikdasmen, SPK adalah satuan pendidikan yang diselenggarakan atau dikelola atas dasar kerja sama antara Lembaga Pendidikan Asing yang terakreditasi/diakui di negaranya atau Lembaga Pendidikan di Indonesia pada jalur formal dan nonformal yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Ia kembali menegaskan rata-rata murid yang tidak mengikuti TKA itu berasal dari SPK.
Alasan kedua terkait ketidakikutsertaan murid dalam TKA adalah tidak sedikit mereka yang merasa bimbang atau galau sehingga memilih tidak mengikuti TKA.
“Terus kemudian ada juga yang apa namanya keterbatasan intelektual. Jadi ada beberapa hal yang menyebabkan anak itu tidak ikut,” imbuhnya.
Baca juga: Irjen Kemendikdasmen sebut pelaksanaan TKA berjalan dengan lancar
Sejak awal, ia menegaskan mengaku pihaknya tidak mewajibkan murid untuk mengikuti TKA.
Namun demikian, Ali menambahkan pihaknya selalu menyampaikan berbagai manfaat apabila murid mengikuti TKA selama proses sosialisasi kemarin.
“TKA ini ya tidak menentukan kelulusan, terus kemudian bisa jadi ini untuk introspeksi diri. Untuk introspeksi diri persiapan mungkin menuju ke perguruan tinggi. Kalau misalkan loh kok hasil TKA saya segini, gimana nanti persiapan saya untuk menuju ke perguruan tinggi. Sudah siap atau belum?,” ujarnya.
Ia pun berharap pelaksanaan TKA di seluruh wilayah di Indonesia dapat berjalan lancar dan sukses.
Baca juga: TKA diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan SMA di Indonesia
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































