Jakarta (ANTARA) - Desainer sekaligus pegiat kain ulos Torang Sitorus menilai bahwa para perajin kain ulos di daerah sudah makin berkembang dan menawarkan beragam inovasi menarik.
"Kalau saya lihat ya secara itu banyak booth-booth yang menjual ulos. Itu tanda bahwa industri itu menggeliat di daerah. Penenun-penenun sudah berinovasi," kata Torang dalam temu media dalam temu media di Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta, Minggu.
Torang menyoroti para perajin sudah semakin terbuka dengan perkembangan zaman. Penenun terus berjuang untuk menciptakan kain yang berkualitas dan aneka desain agar bisa dipakai oleh orang-orang di luar suku Batak dan cocok dikenakan semua kalangan usia.
Warnanya pun sudah mulai menggunakan warna-warna pastel atau warna alam. Guna memudahkan pembelinya, penenun juga menawarkan berbagai harga mulai Rp1 juta hingga di atas Rp20 juta tergantung tingkat kesulitan hingga desain yang dibuat.
Baca juga: Torang Sitorus kenalkan Ulos ke dunia lewat The Apurva Kempinski Bali
"Jadi saya optimis nanti di masa yang akan datang, kain-kain daerah lain akan ada perubahan," ucap dia.
Karya Desainer Torang Sitorus bersama Poppy Dharsono yang menampilkan kekayaan ulos dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (2/8/2026). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
Karya Desainer Torang Sitorus bersama Poppy Dharsono yang menampilkan kekayaan ulos dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (2/8/2026). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)Kemudian dari industri, dia menyebut jumlah perajin kian bertambah meski tidak menyebutkan angka pastinya. Setelah di tahun 1980-an para penenun sempat hampir menghilang.
"Di tahun 80-an ulos ada perubahan yang cukup drastis sekali ya, dimana modernisasi mulai dikembangkan, industrialisasi mulai menggeliat, itu membunuh saudara-saudara penenun di daerah," katanya
Hal lain yang Torang sampaikan yakni diangkatnya kain ulos ke penyelenggaraan fesyen IFW 2026 membuktikan perjuangan panjang seluruh industri ulos untuk memperkenalkan kain tersebut ke mata dunia.
Torang sendiri melakukan kolaborasi bersama Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sekaligus Presiden IFW Poppy Dharsono untuk menghadirkan karya apik yang melibatkan pemakaian kain ulos.
Baca juga: Indonesia Fashion Week 2026 jadikan ulos sebagai daya tarik utama
Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 secara resmi digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat.
Karya Desainer Torang Sitorus bersama Poppy Dharsono yang menampilkan kekayaan ulos dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (2/8/2026). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
Memasuki penyelenggaraan ke-14 ajang tahunan fesyen diinisiasi oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) tersebut ingin memberikan platform kepada para pelaku sektor mode dengan mengajak ratusan desainer, pemilik merek, pemilik rumah mode, perajin karya mode dan kriya, hingga pelaku UMKM untuk dapat bersama-sama memperkuat ekosistem fesyen Indonesia.
Kali ini IFW mengusung tema "Ulos Simetria" untuk menegaskan bahwa industri mode Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi, antara kearifan lokal dan persaingan global serta antara nilai budaya dan masa depan industri kreatif.
Ulos juga ditampilkan tidak hanya sekadar kain adat dari Sumatera Utara tetapi juga simbol kehangatan, keseimbangan, harmoni dan persatuan.
Ajang fesyen itu diselenggarakan pada 29 Juli sampai 2 Agustus 2026 dengan menghadirkan berbagai desainer dan tenant dari seluruh Indonesia dengan program yang mencakup fashion show, pameran dagang, talkshow, forum kreatif, pertunjukan hiburan dan kuliner.
Baca juga: Pemprov Sumut promosikan Ulos lewat penggunaan wastra daerah
Baca juga: Ulos dinilai sebagai warisan budaya yang kaya
Baca juga: BTN: IFW 2026 beri manfaat ganda penggerak perekonomian nasional
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































