Jakarta (ANTARA) - Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Patria Sjahrir menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan investasi Indonesia pada 2026 akan meningkat.
Pertumbuhan itu didorong perubahan fundamental dalam arah pembangunan nasional, dari awalnya bergantung pada sumber daya alam (SDA) menuju penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan produktivitas ekonomi.
"Saya tentunya sangat optimistis di 2026, karena memang sedang terjadi perubahan fundamental melihat cara negara ini sedang berubah. Dari bergantung pada sumber daya alam, orang sekarang fokus ke peningkatan sumber daya manusia. Tugas kami (Danantara) dalam taraf ini adalah berinvestasi," kata Pandu pada sesi diskusi acara Antara Business Forum (ABF) 2025, Jakarta, Rabu.
Pandu menjelaskan bahwa fokus Danantara saat ini adalah meningkatkan kinerja portofolio yang dapat berdampak luas bagi masyarakat.
Baca juga: Di ABF 2025, Wamen Investasi perkuat komitmen berantas premanisme
Dalam menentukan arah investasi, Danantara menerapkan tiga kriteria utama, yakni dampak terhadap ekonomi nasional, keberlanjutan imbal hasil, serta peluang investasi jangka panjang.
Berlandaskan prinsip tersebut, perusahaan memfokuskan arah investasinya pada delapan sektor strategis yang diyakini mampu mengerek produktivitas nasional.
Sektor tersebut meliputi mineral, energi baru terbarukan, infrastruktur digital, kesehatan, jasa keuangan, infrastruktur dan utilitas, kawasan industri dan properti, serta pangan dan pertanian.
Menurut Pandu, sektor-sektor tersebut akan menjadi fondasi pembentukan perusahaan-perusahaan berskala nasional dan regional yang memiliki potensi pertumbuhan besar.
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































