Cempe Lemu Tegal hadirkan jeda bagi pemudik lewat sate kambing muda

10 hours ago 3

Tegal (ANTARA) - Arus mudik Lebaran di jalur Pantai Utara Jawa atau Pantura dan tol Trans-Jawa selalu menghadirkan pola yang sama setiap tahun. Kendaraan bergerak padat, waktu tempuh melambat, dan para pemudik mencari tempat singgah untuk beristirahat.

Di Tegal, Jawa Tengah, salah satu titik yang ramai disinggahi adalah rumah makan sate kambing muda “Cempe Lemu”. Dalam bahasa Jawa, "cempe" artinya adalah anak kambing, sedangkan "lemu" berarti gemuk. Lokasinya yang berada di jalur strategis, membuat tempat ini mudah dijangkau oleh pemudik, baik yang melintas di pantura maupun yang keluar dari tol Trans-Jawa. Salah satu cabangnya berada setelah exit tol Tegal-Slawi.

Di lokasi tersebut membuat rumah makan ini kerap menjadi pilihan pemudik untuk berhenti sejenak, baik yang memang menjadikannya tujuan maupun yang singgah di tengah perjalanan.

Kepada ANTARA pada Jumat (20/3), kapten Resto Cempe Lemu, Afin, mengatakan jumlah pengunjung meningkat signifikan menjelang Lebaran.

“Bisa lebih banyak dari hari-hari biasa, mungkin hampir dua kali lipat,” kata Afin.

Menurut dia, lonjakan pengunjung mulai terasa sejak H-3 Lebaran, seiring meningkatnya volume kendaraan di jalur mudik.

“Kurang lebih H-3 itu sudah beda dari jumlah pengunjung biasanya. Lebih padat, jalannya juga lebih macet,” ujarnya.

Kondisi tersebut tidak hanya terjadi sebelum Lebaran, tetapi juga berlanjut setelah hari raya, saat arus balik mulai berlangsung.

“H+5 masih ramai. Kurang lebih sampai seminggu masih ada peningkatan pengunjung,” katanya.

Titik singgah mudik

Keberadaan rumah makan di jalur mudik memiliki fungsi yang lebih dari sekadar tempat makan. Bagi pemudik, tempat, seperti Cempe Lemu, menjadi ruang jeda, sebelum melanjutkan perjalanan.

Sebagian pengunjung datang dengan tujuan khusus, sementara lainnya mampir secara spontan, setelah menempuh perjalanan jauh. Afin menyebut mayoritas pelanggan berasal dari luar kota, mulai dari Jakarta, Bandung, hingga Lampung.

“Banyak dari luar kota, yang datang memang sengaja atau sekadar mampir saat perjalanan,” ujarnya.

Karakter pengunjung yang didominasi pemudik membuat kebutuhan utama mereka relatif seragam, yakni pelayanan cepat dan makanan yang praktis. Keunggulan sate kambing muda menjadi salah satu faktor yang mendukung hal tersebut. Daging yang empuk membuat proses memasak lebih singkat, sehingga penyajian bisa dilakukan dengan cepat.

“Untuk bakar sate kurang lebih sekitar 10 menit. Karena kambingnya muda, jadi tidak terlalu lama,” kata Afin.

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |