BRIN kirimkan mobil pembuat air siap minum ke lokasi bencana Sumatera

2 months ago 9

Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera mengirimkan mobil yang mampu mengubah air berlumpur menjadi air siap minum yang diberi nama "Arsinum" ke sejumlah lokasi terdampak bencana banjir di Sumatera.

"Arsinum itu satu mobil, di mana mobil itu bisa mengubah air yang penuh lumpur menjadi air langsung siap minum," kata Kepala BRIN Arif Satria dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Kepala BRIN menyebut sebanyak tiga mobil telah diluncurkan pada hari ini untuk dapat diberangkatkan dengan segera.

Ia menjelaskan satu unit mobil Arsinum memiliki kapasitas hingga 10.000 liter per hari.

Baca juga: BRIN identifikasi 118 DAS terdampak bencana banjir di Aceh dan Sumut

Arif berharap nantinya seluruh daerah di Indonesia memiliki setidaknya satu unit mobil Arsinum guna mengantisipasi kemungkinan bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

"Kami juga ingin meminta banyak lembaga-lembaga untuk memiliki Arsinum di setiap wilayah. Jadi kalau setiap provinsi memiliki Arsinum sekian banyak, kemudian kabupaten punya Arsinum sekian banyak, saya kira akan sangat membantu untuk mempercepat proses pemulihan, khususnya berkaitan dengan persediaan air minum," ujarnya.

Selain Arsinum, Arif mengungkapkan BRIN juga mengoperasikan pesawat tanpa awak (drone) di sejumlah titik terdampak bencana di Sumatera yang dilengkapi dengan sistem sensor khusus.

Ia memaparkan sistem tersebut memungkinkan drone dapat mendeteksi hingga kedalaman 100 meter. Sehingga, keberadaan korban yang tertimbun, hingga potensi sumber air dapat ditemukan.

"Nah, begitu pula kalau drone ini bisa setiap provinsi juga punya. Memang drone kan butuh pilot sendiri yang harus punya sertifikasi, sehingga paling tidak kalau barang ini sudah tersedia di banyak tempat akan sangat membantu," ucapnya.

Di samping itu, ungkap Arif, BRIN saat ini juga sedang mengkaji epidemiologi yang mungkin terjadi pascabencana banjir di berbagai wilayah di Sumatera.

"(BRIN) menganalisis soal perspektif penyakitnya, kemudian kajian mitigasi bencana-pascabencana banjir ini. Tentu kajian ini berkaitan dengan policy-policy apa yang harus dilakukan oleh kementerian lain. Sehingga nanti setelah kajian ini selesai, akan kami sampaikan ke kementerian teknis apa-apa yang harus dilakukan terkait dengan bagaimana memitigasi bencana, supaya tidak terulang lagi di kemudian hari." tutur Arif Satria.

Baca juga: Brimob intensifkan "water treatment" guna suplai air di desa Tapteng

Baca juga: TNI ubah air kotor jadi bersih untuk dikonsumsi korban banjir Sumatera

Baca juga: Teknologi air siap minum untuk daerah bencana

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |