Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menekankan peran krusial para akademisi dalam mengakselerasi kemajuan bangsa, melalui penguatan ekosistem ilmu pengetahuan dan teknologi.
Hal tersebut dikemukakan dalam Forum Dewan Guru Besar Indonesia di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (13/2).
"Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada bapak ibu sekalian karena Dewan Guru Besar ini adalah guardian of value (penjaga nilai) yang menjaga nilai-nilai utama pendidikan tinggi," kata Mendiktisaintek melalui keterangan di Jakarta, Minggu.
Ia menegaskan gelar Guru Besar bukan sekadar pencapaian jabatan akademik tertinggi, melainkan ujung tombak tridarma yang harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Menteri Brian menyoroti perbedaan fundamental ekosistem riset di Indonesia dibandingkan negara maju. Lebih lanjut ia mendorong para akademisi untuk tidak terjebak dalam rutinitas administratif atau perebutan jabatan struktural, melainkan fokus pada gairah (passion) meneliti.
Di negara maju, ungkap dia, produktivitas profesor sangat ditentukan oleh kemampuan meraih hibah penelitian (research grant) yang kompetitif.
Baca juga: Mendiktisaintek dorong peran aktif kampus dalam pemajuan kebudayaan RI
Salah satu poin transformasi yang menjadi fokus utama adalah pergeseran industri di Indonesia. Mendiktisaintek meminta agar sektor industri bertransformasi dari sekadar trading industry (industri perdagangan) menjadi industri berbasis produksi yang ditopang oleh riset yang mendalam.
"Saat ini, anggaran riset di Indonesia masih didominasi oleh pengeluaran pemerintah. Kita perlu mendorong peran swasta lebih besar, sebagaimana di negara seperti Turki, di mana 70% anggaran riset berasal dari sektor swasta," ujar Brian.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para dosen dari kampus di wilayah daerah, seperti Universitas Timor, yang mampu menembus jurnal internasional dengan impact factor tinggi.
Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan geografis dan fasilitas bukan merupakan penghalang untuk mengukir prestasi di level global.
Mendiktisaintek mengajak para Guru Besar untuk memiliki visi yang melampaui angka-angka statistik atau penghargaan semata.
Terinspirasi dari para peraih Nobel, Brian berpesan agar semangat utama dalam meneliti adalah kebahagiaan dalam berkarya dan keinginan murni untuk berkontribusi bagi kemanusiaan.
Baca juga: Sekolah Garuda, langkah Kemdiktisaintek perkuat SDM nasional
Baca juga: LPDP 2026 sediakan 5.750 beasiswa untuk genjot kualitas SDM
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































