Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta melaporkan ekspor Jakarta pada November 2025 meningkat 22,68 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, dengan Amerika Serikat sebagai negara tujuan utama.
"Perkembangan ekspor kita naik 22,68 persen atau mencapai sebesar 1,65 miliar dolar Amerika Serikat dibandingkan November tahun 2024," kata Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin di Jakarta, Senin.
Menurut dia, besaran ekspor DKI Jakarta didominasi oleh kelompok non-migas (minyak dan gas), sementara ekspor migas cukup kecil, bahkan secara grafik tidak terlalu terlihat.
Akan tetapi, kata dia, terdapat kenaikan ekspor, baik untuk non-migas maupun migas, dengan kenaikan masing-masing, yaitu 22,56 persen dari non-migas dan 83,53 persen dari migas.
Di sisi lain, lanjut dia, ekspor DKI Jakarta berdasarkan sektornya terdiri dari sektor industri pengolahan, sektor pertanian dan sektor pertambangan.
"Industri pengolahan menjadi sangat dominan di dalam komoditas ekspor, di mana ada kenaikan 25,52 persen," ujar Nurul.
Jalau dilihat dari masing-masing sektor, dia mengatakan terdapat 3 komoditas utama, yaitu alas kaki, kendaraan dan juga logam mulia yang masing-masing mengalami kenaikan 3,34 persen, 19,97 persen dan 51,37 persen.
Sementara itu, negara tujuan ekspor terbanyak, yakni Amerika Serikat dengan kenaikan ekspor 41,57 persen, Tiongkok naik 9,73 persen, dan Thailand naik 147,88 persen.
"Singapura dan Filipina juga termasuk lima besar ekspor kita di bulan November yang lalu," imbuh Nurul.
Baca juga: BPS sebut inflasi Jakarta pada 2025 terkendali di angka 2,63 persen
Baca juga: Ekspor Jakarta capai 14,43 miliar dolar AS
Baca juga: Inflasi tahunan Jakarta capai 2,67 persen pada November 2025
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































