Denpasar (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat setelah dua bulan mengalami deflasi, pada Oktober 2025 Provinsi Bali mengalami inflasi rendah.
Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Senin, tidak mengkhawatirkan kondisi ini, sebab kenaikan harga tak melonjak tajam, inflasi masih tergolong rendah dan lebih baik, alih-alih terus mengalami deflasi.
“Kami mencatat terjadi inflasi bulan ke bulan 0,16 persen, kalau ingat dua bulan terakhir kita mengalami deflasi atau penurunan harga dan bulan Oktober ini kita mengalami inflasi atau kenaikan harga tapi relatif rendah,” kata dia.
“Kalau lihat seri 2022-2025 cenderung Oktober inflasi, ini pergerakan harga bisa dibilang terjaga karena setelah pasca-dua kali deflasi inflasi yang terjadi pun relatif rendah,” sambung Agus Gede.
Baca juga: Indonesia alami inflasi 0,28 persen secara bulanan pada Oktober 2025
Untuk diketahui pada Agustus 2025 lalu Provinsi Bali mengalami deflasi 0,39 persen dan September 2025 deflasi 0,01 persen, sehingga mulai terjadinya sedikit kenaikan harga diharapkan terjaga hingga akhir tahun.
Jika dipecah berdasarkan kabupaten/kota khususnya empat kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yaitu Denpasar, Badung, Tabanan, dan Singaraja, kondisi inflasi rendah juga sudah mulai terjadi di Badung, Tabanan, dan Singaraja dengan masing-masing mengalami inflasi 0,31 persen, 0,34 persen, dan 0,28 persen.
Sementara di Kota Denpasar pada Oktober 2025 masih mengalami deflasi sebesar 0,02 persen atau pergerakannya tak selaras dengan provinsi.
BPS Bali membedah secara rinci kelompok pengeluaran yang mempengaruhi inflasi pada Oktober, dimana kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami inflasi 0,31 persen atau andil terbesar yakni 0,10 persen terhadap inflasi disusul Perlengkapan, Peralatan, Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga inflasi 0,53 persen atau andil 0,02 persen dan sejumlah kelompok lain.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































