BPBD: Banjir di OKI Sumsel meluas ke enam kecamatan

2 weeks ago 9
Saat ini masih puncak musim hujan, sehingga masyarakat di daerah rawan diminta tetap waspada terhadap potensi banjir yang dapat meluas

Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan banjir yang melanda Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terus meluas dan kini merendam enam kecamatan.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman di Palembang, Senin, mengatakan, enam kecamatan terdampak banjir tersebut meliputi Air Sugihan, Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, Kayu Agung, dan Pedamaran.

“Khusus di Kecamatan Kayu Agung, banjir terjadi di Kelurahan Jua-jua dan Kedaton. Sedangkan di Kecamatan Pedamaran, banjir merendam enam desa yakni Menang Raya, Cinta Jaya, Pedamaran II, Pedamaran III, Pedamaran IV, dan Pedamaran V,” katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi banjir susulan masih cukup tinggi. Karena kondisi tersebut dipengaruhi oleh curah hujan yang masih tinggi dan karakteristik wilayah OKI yang rawan bencana hidrometeorologi.

Baca juga: BPBD catat 7.176 kepala keluarga terdampak banjir di OKI

“Saat ini masih puncak musim hujan, sehingga masyarakat di daerah rawan diminta tetap waspada terhadap potensi banjir yang dapat meluas,” kata Sudirman.

Sementara itu Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengingatkan masyarakat agar tetap siaga menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026. Ia menilai kondisi sungai dan rawa di wilayah OKI berpotensi meluap dan menyebabkan banjir.

“Meski di beberapa lokasi air mulai surut, masyarakat tetap harus waspada. Antisipasi dan mitigasi perlu dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Baca juga: BNPB: Petugas masih bersiaga atasi dampak banjir di Ogan Komering Ilir

Pihaknya juga telah meninjau langsung sejumlah pintu air yang mengalami kerusakan dan kemacetan akibat pendangkalan sungai. Tercatat, empat pintu air tidak berfungsi optimal sehingga memperparah genangan di wilayah terdampak.

“Tadi kita cek bersama, ada empat titik yang perlu diperbaiki. Untuk jalur 27 dan 29 akan ditangani PT BAP, sedangkan sisanya akan ditangani oleh pemerintah daerah,” jelasnya.

Selain perbaikan pintu air, Bupati Muchendi menegaskan normalisasi kanal dan sungai menjadi solusi jangka menengah dan panjang dalam upaya penanganan banjir di OKI.

“Kita perlu normalisasi sungai dengan melibatkan berbagai pihak. Penanganan banjir harus dilakukan secara kolaboratif dan tidak hanya mengandalkan APBD,” kata dia.

Baca juga: BPBD OKU evakuasi korban banjir di empat kecamatan

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |