Jakarta (ANTARA) - Pembina DPP Badan Persaudaraan Antariman (Berani) Daniel Johan mengatakan etnis Tionghoa berperan penting dalam sejarah Indonesia, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga kebudayaan nasional.
Daniel saat pembukaan dialog kebangsaan Peran Tionghoa dalam Pusaran Kebangsaan di Jakarta, Minggu, menekankan bahwa bangsa Indonesia berdiri karena kontribusi seluruh anak bangsa, tanpa membedakan suku, agama, maupun etnis.
“Komunitas Tionghoa telah memberikan sumbangsih besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, pembangunan ekonomi, pendidikan, hingga kebudayaan nasional. Sejarah itu harus terus dirawat agar tidak hilang dari ingatan generasi penerus,” tuturnya.
Baca juga: F-PKB MPR: Etnis Tionghoa salah satu arsitek utama Republik Indonesia
Dialog kebangsaan tersebut digelar Berani dalam rangka memperingati Hari Lahir Ke-28 PKB. Adapun Berani merupakan badan otonom di bawah naungan PKB yang fokus merawat pluralisme.
Menurut dia, sejak didirikan oleh para ulama Nahdlatul Ulama, PKB konsisten mengusung nilai kebangsaan sebagai landasan perjuangan politik. Bagi PKB, pluralisme merupakan prinsip yang diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan dalam kehidupan berbangsa.
Ia mengatakan hubungan harmonis antara PKB dan komunitas Tionghoa memiliki akar sejarah kuat, terutama melalui perjuangan presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang mengembalikan harkat, martabat, dan hak-hak warga Tionghoa di Indonesia.
“Beliau memulihkan kembali sejarah peran masyarakat Tionghoa yang digelapkan sebagai bagian yang utuh dari bangsa Indonesia. Sebelumnya, selama puluhan tahun, telah terjadi diskriminasi dan pengaburan sejarah terhadap masyarakat Tionghoa. Berkat keberanian Gus Dur, harkat dan martabat warga Tionghoa kembali dipulihkan,” katanya.
Baca juga: Ketum PKB Cak Imin resmikan pembentukan organisasi Sigap Bangsa
Hubungan PKB dan komunitas Tionghoa, tambah Daniel, dibangun atas nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persamaan hak sebagai warga negara Indonesia. “Inilah fondasi yang terus kami jaga hingga hari ini,” ucapnya.
Ia menyampaikan PKB terus memperkuat posisi sebagai rumah besar kebangsaan yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun etnis.
Dia juga mengajak seluruh pihak untuk terus meneladani nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur dalam membangun Indonesia yang damai, inklusif, dan berkeadaban.
“Merawat sejarah berarti merawat masa depan. Indonesia akan semakin kuat apabila setiap warganya merasa dihargai, dilindungi, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya serta mengabdi bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Baca juga: PKB harap hubungan baik dengan CPC perkuat diplomasi RI-China
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































