Bandung (ANTARA) - Banjir terpantau masih merendam beberapa wilayah di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akibat luapan Sungai Citarum dan anak sungainya sejak Sabtu (11/4) malam yang dipicu oleh curah hujan yang deras.
Camat Dayeuhkolot Asep Suryadi di Bandung, Senin, mengatakan jumlah warga terdampak banjir mencapai 6.877 Kepala Keluarga (KK) atau 19.408 jiwa yang tersebar di sejumlah wilayah.
“Hingga kini masih merendam tetapi ketinggiannya berkurang. Total terdampak ada 6.877 KK atau 19.408 jiwa di beberapa wilayah,” katanya.
Ia menyebutkan wilayah terdampak parah mencakup tiga desa dan satu kelurahan, termasuk Kelurahan Pasawahan, Desa Dayeuhkolot, dan Citeureup, yang masih tergenang.
“Wilayah terdampak meliputi tiga desa dan satu kelurahan, diantaranya Dayeuhkolot dan Citeureup,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab Bandung butuh Rp9,5 miliar untuk tekan banjir di Dayeuhkolot
Sejumlah warga terdampak telah mengungsi di empat titik, yakni di pengungsian belakang Kantor Desa Dayeuhkolot dan dua lokasi di Desa Citeureup, masing-masing di Masjid An-Nur dan Masjid Al Ikhlas.
“Pengungsi tersebar di empat titik, terpusat di shelter (pengungsian) PMI kantor desa dan dua masjid di Citeureup,” kata Asep.
Asep mengatakan kebutuhan dasar, seperti makanan siap saji, layanan kesehatan, serta perlengkapan darurat, telah disiapkan guna menjamin keselamatan warga selama masa tanggap darurat.
Selain itu penanganan jangka panjang juga dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk pengerukan sungai guna meningkatkan kapasitas aliran air.
Baca juga: BPBD sebut 34 ribu jiwa terdampak banjir di Kabupaten Bandung
Pemerintah daerah juga melakukan peninggian jembatan di sejumlah titik rawan banjir serta menerapkan pendekatan Pentahelix dengan melibatkan berbagai pihak guna memperkuat mitigasi bencana ke depan.
Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir berdampak pada sedikitnya sembilan kecamatan di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Beny Sonjaya mengatakan selain banjir, angin kencang juga menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.
“Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah akibat diterjang angin atau tertimpa pohon tumbang,” katanya.
BPBD mencatat wilayah terdampak meliputi Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, Rancaekek, Majalaya, Arjasari, Katapang, Cangkuang, dan kecamatan Cimaung di Kabupaten Bandung.
Baca juga: Bandung Barat diterjang banjir bandang dan longsor
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































