Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko mendorong percepatan integrasi transportasi di Stasiun Bekasi guna meningkatkan konektivitas antarmoda, efisiensi layanan, serta kenyamanan masyarakat pengguna transportasi publik.
Dia mendorong agar Stasiun Bekasi dikembangkan sebagai stasiun terpadu, melalui sinergi antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat.
"Khususnya dalam integrasi angkutan dalam kota dengan layanan kereta api, sebagai bagian dari upaya membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan," kata Sudjatmiko saat melakukan pertemuan dengan Kepala Stasiun Bekasi Wiseno sebagaimana keterangan di Jakarta, Kamis.
Sudjatmiko juga mengapresiasi capaian penjualan tiket Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) yang mencapai 2,6 juta tiket terjual selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Dari jumlah itu, 7 ribu penumpang di antaranya sudah naik dari Stasiun Bekasi.
Menurutnya capaian tersebut sebagai indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi perkeretaapian nasional sekaligus menjadi tantangan bagi peningkatan kualitas pelayanan dan infrastruktur pendukung.
Sebagai Anggota Komisi V yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, Sudjatmiko mencatat sejumlah kota masih menjadi tujuan favorit masyarakat, antara lain Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Jakarta.
Menurut Sudjatmiko, peningkatan jumlah pengguna kereta api harus direspons dengan penguatan sarana dan prasarana perkeretaapian, khususnya di stasiun-stasiun strategis dengan volume penumpang tinggi, agar aspek keselamatan, kenyamanan, dan keterjangkauan layanan tetap terjaga.
"Pentingnya pengembangan dan perluasan Stasiun Bekasi, terutama pada penyediaan fasilitas parkir bertingkat," ucap Sudjatmiko yang bertepatan dengan perjalanannya menggunakan kereta api dari Stasiun Bekasi menuju Malang, Jawa Timur.
Ia menekankan pentingnya pengembangan stasiun tersebut guna menunjang mobilitas masyarakat serta mendukung perkembangan kawasan perkotaan di Kota Bekasi yang terus meningkat.
Dalam konteks fungsi pengawasan, Sudjatmiko menegaskan Komisi V DPR RI akan terus mengawal kinerja pemerintah dan BUMN terkait agar peningkatan jumlah penumpang diikuti dengan pemenuhan standar pelayanan minimum, keselamatan, serta pengelolaan stasiun yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Terkait fungsi legislasi, Sudjatmiko menyampaikan DPR RI berkomitmen mendorong penguatan regulasi di sektor transportasi perkeretaapian, termasuk kebijakan yang mendukung integrasi antarmoda dan pengembangan kawasan berbasis transit (transit oriented development/TOD).
Sementara itu, dalam pelaksanaan fungsi anggaran, Komisi V DPR RI akan memastikan alokasi anggaran di sektor perkeretaapian tepat sasaran, efektif, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik, khususnya untuk pengembangan infrastruktur strategis seperti stasiun terpadu dan fasilitas pendukungnya.
“Ketiga fungsi DPR RI yakni pengawasan, legislasi, dan anggaran, akan terus kami jalankan secara seimbang untuk memastikan pembangunan transportasi nasional benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Sudjatmiko.
Baca juga: Anggota DPR RI dorong penguatan fungsi museum Bung Karno Surabaya
Baca juga: Budiman: Program kerakyatan Prabowo dorong ekonomi jangka panjang
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































