Anggota DPR dorong penguatan kebijakan terpadu jaga stabilitas rupiah

5 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi XI DPR RI Erik Hermawan mendorong penguatan kebijakan terpadu guna menjaga stabilitas rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global yang tidak pasti.

Menurut Erik, pelemahan rupiah tidak dapat dilepaskan dari faktor eksternal, terutama derasnya arus modal keluar serta meningkatnya preferensi investor global terhadap aset berbasis dolar Amerika Serikat.

"Pentingnya langkah strategis yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menyasar perbaikan struktural," kata Erik dalam keterangannya diterima di Jakarta, Sabtu.

Nilai tukar rupiah masih tertekan meskipun berada dalam kondisi undervalued menjadi perhatian serius bagi stabilitas ekonomi nasional.

Kondisi ini, kata Erik, mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan fundamental domestik dengan dinamika pasar keuangan global yang semakin tidak pasti.

Menurut dia, situasi tersebut menunjukkan bahwa tekanan global masih menjadi determinan utama dalam pergerakan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Secara fundamental, jelasnya, kondisi ekonomi Indonesia relatif kuat dengan inflasi yang terkendali, pertumbuhan yang stabil, serta cadangan devisa yang cukup untuk menjaga stabilitas jangka pendek.

Namun demikian, kekuatan tersebut belum cukup untuk menahan tekanan dari global financial cycle yang didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter negara maju.

Erik mendorong penguatan investor domestik sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap modal asing, sehingga volatilitas nilai tukar dapat ditekan secara lebih berkelanjutan.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya sinergi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah.

Optimalisasi instrumen moneter, penguatan koordinasi fiskal, serta komunikasi kebijakan yang kredibel dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.

Erik menegaskan bahwa kondisi ini harus dijadikan momentum untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional, khususnya dalam meningkatkan daya saing ekspor dan memperkuat struktur industri dalam negeri.

"Dengan fondasi ekonomi yang lebih kokoh, Indonesia diharapkan mampu menghadapi gejolak global dengan lebih resilien sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar secara berkelanjutan," katanya.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |