Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan bahwa digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi langkah nyata untuk memperbaiki cara kerja koperasi.
“Digitalisasi harus berdampak langsung, lebih efisien, pasar makin luas, dan usaha koperasi makin kuat,” kata Meutya dalam keterangan resmi yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan, pemerintah mempercepat digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa.
Adapun tiga fokus utama yang didorong di antaranya meningkatkan efisiensi usaha, mengintegrasikan rantai pasok, dan memperluas akses pasar bagi koperasi serta pelaku usaha lokal.
Baca juga: Komdigi: Penetrasi internet 80 persen jadi modal kuat Koperasi Desa
Baca juga: Diskusi Komdigi dengan Roblox terus berlanjut untuk patuhi PP Tunas
Ia menyebut, Koperasi Al Ittifaq di Soreang, Kabupaten Bandung sebagai contoh praktik baik.
Koperasi ini berhasil mengintegrasikan usaha dari hulu ke hilir, mulai dari produksi hingga distribusi.
Sistem digital yang digunakan membantu perencanaan produksi lebih akurat, menjaga kualitas produk, hingga mempercepat distribusi ke pasar.
Model ini juga membuat pasokan lebih terjaga dan meningkatkan kepercayaan mitra usaha.
Pemerintah mendorong praktik seperti ini direplikasi di berbagai daerah.
Dengan sistem manajemen berbasis digital, koperasi dapat mengelola produksi, stok, hingga distribusi secara lebih tertata dan terukur, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Selain itu, aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian. Pemanfaatan limbah produksi sebagai pakan ternak, serta penguatan rantai pasok lokal, terbukti mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan nilai tambah.
Baca juga: Kemendes: Pengurus dilibatkan agar siap meneruskan Kopdes Merah Putih
Menurut dia, pendekatan ini dapat memperkuat kemandirian ekonomi desa.
Untuk mempercepat implementasi, pemerintah mendorong kolaborasi antara koperasi yang sudah maju dengan KDMP di berbagai daerah.
Kolaborasi ini penting untuk mempercepat transfer pengetahuan dan memperkuat kelembagaan koperasi.
Selain itu, peran generasi muda juga dinilai krusial. Pelajar, khususnya dari sekolah menengah kejuruan, diharapkan ikut terlibat dalam digitalisasi koperasi, mulai dari pengelolaan teknologi hingga inovasi model bisnis.
“Strateginya adalah memperluas praktik baik yang sudah terbukti. Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi ekonomi yang tangguh,” kata Meutya.
Sementara itu, CEO Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq, Setia Irawan turut menegaskan bahwa pihaknya memang fokus pada penguatan digitalisasi.
Baginya digitalisasi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kami membuka kesempatan bagi generasi muda untuk belajar langsung, sehingga tercipta SDM pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” katanya.
Baca juga: LPDB siapkan Rp2,1 triliun, dorong pengembangan PLTS berbasis koperasi
Baca juga: ESDM nilai koperasi jadi penggerak Program 100 GW PLTS
Baca juga: Ekonom sebut perlu ada pengawasan berlapis pada Kopdes Merah Putih
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































