ESDM: Gempa vulkanik dangkal Gunung Awu meningkat 14 kejadian per hari

4 hours ago 2
Pada periode evaluasi tersebut, kegempaan Gunung Awu didominasi oleh gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik jauh

Manado (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada periode evaluasi 16-31 Januari mencatat terjadinya peningkatan gempa vulkanik dangkal Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, sebanyak 14 kejadian per hari.

"Kondisi gempa vulkanik dangkal saat ini mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya dimana rata-rata kejadian meningkat dari 12 kejadian per hari menjadi 14 kejadian per hari," kata Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan yang diterima Antara di Manado, Kamis.

Pada periode evaluasi tersebut, kegempaan Gunung Awu didominasi oleh gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik jauh.

Gempa vulkanik dangkal terekam sebanyak 226 kali dengan rata-rata 14 kejadian per hari, empat kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa tektonik lokal, dan 405 kali gempa tektonik jauh.

Baca juga: Pemkab Pacitan mulai perbaiki rumah rusak terdampak gempa

Gempa vulkanik dangkal pada periode tersebut tidak mengalami perubahan namun dengan jumlah rata-rata per hari masih di atas normal, sementara rentetan gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal (spasmodic burst) tidak terekam.

Dengan jumlah gempa vulkanik dangkal yang masih di atas normal mengindikasikan proses magmatik dan akumulasi tekanan masih terus berlangsung di kedalaman dangkal yang menyebabkan terjadinya retakan atau pelepasan tekanan pada batuan di dekat permukaan sehingga perlu diwaspadai.

Dari hasil pengamatan visual dan instrumental menunjukkan aktivitas magmatik di Gunung Awu masih terjadi secara aktif.

Meskipun kondisi kegempaan yang fluktuatif, namun dengan masih terekamnya gempa vulkanik dangkal dalam jumlah di atas normal, maka aktivitas magma masih cukup tinggi dan perlu diwaspadai.

Kejadian peningkatan kegempaan secara tiba-tiba (swarm gempa vulkanik) maupun peningkatan gempa 'low frequency' masih perlu diwaspadai di masa mendatang.

Dalam laporan evaluasi disebutkan, potensi bahaya Gunung Awu yang mungkin terjadi berupa erupsi magmatik eksplosif yang menghasilkan lontaran material pijar dan/atau aliran piroklastik, erupsi magmatik efusif yang menghasilkan aliran lava, maupun erupsi freatik yang didominasi uap, gas gunung api maupun material erupsi sebelumnya.

Potensi pembongkaran kubah lava dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan.

Potensi bahaya lain berupa hembusan gas vulkanik yang dapat membahayakan jiwa jika konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.

Baca juga: Pemerintah salurkan Rp351,8 juta untuk penanganan pascagempa Pacitan

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |