Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial lulusan Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) menjelaskan bahaya defisiensi asupan vitamin A bagi tumbuh kembang anak.
“Vitamin A sebenarnya salah satu vitamin yang esensial ya, karena dibutuhkan oleh tubuh,” kata Prof. Rini saat ditemui ANTARA di Jakarta, Kamis.
Dokter yang praktik di RSIA Bunda Jakarta itu mengatakan tanda-tanda atau gejala dari anak yang mengalami defisiensi vitamin A ringan biasanya tidak terlihat. Kepedulian terhadap masalah ini kian minim karena pengecekan kadar vitamin A dalam tubuh anak harganya cukup mahal di Indonesia.
Baca juga: 64.091 anak jadi sasaran program pemberian vitamin A di Tanggerang
Menurutnya, hal tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih dari semua pihak karena defisiensi berat dapat berpengaruh pada kesehatan mata anak. Misalnya seperti anak mengalami mata kering hingga penglihatan jadi buram (rabun).
Oleh karenanya, Pemerintah Indonesia membuat program khusus rutin pemberian vitamin A dengan dosis tinggi, yang diselenggarakan dua kali yakni pada bulan Februari dan Agustus di berbagai fasilitas kesehatan.
"Biasanya kalau kita lihat di multivitamin itu biasanya ada kadar vitamin A. Tapi dosisnya ya rata-rata, bukan dosis yang besar. Ini yang dijadikan program oleh pemerintah dosis tinggi untuk bayi dan anak," katanya.
Baca juga: Konsumsi makanan bervitamin D baiknya ditingkatkan pada musim hujan
Prof. Rini juga menyampaikan orang tua dapat membantu menjaga asupan vitamin A melalui suplementasi serta bahan-bahan makanan yang terjamin kebersihan dan kualitasnya. Contoh bahan pangan yang ia contohkan seperti dalam makanan yang mengandung protein seperti hati dan telur.
Sayur yang mengandung vitamin A berupa ubi jalar, wortel, bayam, kale, labu kuning hingga paprika merah.
“Bahan pangannya sebenarnya sebagai yang besar ada di sumber protein ada, di sayuran ada, ya kadarnya beda-beda. Jadi kalau makannya dengan gizi seimbang semua ada karbo protein sama vitamin general, vitamin A-nya tercukupi,” ujar Rini.
Baca juga: Vitamin C dan zinc jaga daya tahan tubuh saat berpuasa
Baca juga: Macam-macam jus dengan kadar vitamin C lebih tinggi dari jus jeruk
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































