Jakarta (ANTARA) - Tahun 2025 menjadi pelajaran penting bagi banyak pekerja berpenghasilan UMR (Upah Minimum Regional). Fenomena “gaji numpang lewat” di mana penghasilan baru diterima, tapi langsung habis dalam hitungan hari, kembali marak diperbincangkan.
Pengalaman tersebut rasa-rasanya juga dialami oleh banyak orang. Sebab, di tengah meningkatnya biaya hidup dan tren konsumsi gaya hidup digital, banyak pekerja merasa terjebak dalam siklus keuangan tanpa bisa menyisakan sebagiannya untuk simpanan atau tabungan. Terlebih, setelah lonjakan harga kebutuhan pokok dan meningkatnya pengeluaran non-esensial selama setahun terakhir.
Namun, kabar baiknya, sejumlah perencana keuangan menilai tren ini sebenarnya bisa diatasi. Cara termudah adalah, para pekerja disarankan mulai membangun disiplin finansial dan memahami ritme pengeluaran sehari-hari.
Cara individu mengatur uang saat ini cenderung spontan dan rentan sekali tergiur dengan promo, tren hiburan, atau kebutuhan sosial yang cenderung untuk terapi kesehatan mental seperti berlibur atau ‘healing’, olahraga berbiaya mahal seperti Tennis, Padel, Golf, dan menggunakan personal trainer di gym, hingga terlalu sering menghabiskan anggaran untuk menikmati kuliner di café-café kekinian daripada merencanakan keuangan dengan matang sejak awal.
Padahal, seorang ahli perencana keuangan, Rista Zwestika, kepada ANTARA menjelaskan ada banyak strategi sederhana yang bisa diterapkan untuk memutus pola “gaji hilang dalam sekejap”, seperti mengaktifkan tabungan berjangka dengan saldo yang tersedot otomatis, membatasi pengeluaran impulsif, serta menempatkan prioritas ke kebutuhan jangka panjang.
Duta Literasi Keuangan Syariah, Rista Zwestika dalam Podcast ANTARA Close Up membahas tentang mengatur keuangan di 2026. (ANTARA/ Subur Atmamihardja)Contoh upaya ini terlihat dari Agustina, seorang karyawan dengan penghasilan UMR yang memulai side hustle dengan berjualan makanan ringan di kantornya.
“Awalnya cuma iseng bawa beberapa cemilan buatan sendiri. Ternyata banyak teman kantor yang suka dan minta dibikinin lagi,” ujar Agusti.
Berbekal keahliannya membuat camilan, ia kini mampu menambah penghasilannya secara konsisten setiap bulan. Bahkan, ia juga bisa menyewa slot kantin di kantornya dan memperkerjakan seorang karyawan. Di saat waktu senggang, ia pun bisa bekerja sembari mengontrol dagangannya.
Baca juga: Sering terjadi, hindari 10 kesalahan dalam mengatur keuangan di akhir tahun
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































