Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 256 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur bersiaga untuk menjaga ketertiban selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
"Sebanyak 256 personel jajaran Satpol PP siap memperkuat penjagaan dan siaga dalam memastikan ketertiban selama Ramadhan," kata Kepala Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Timur, Muhammadong di Jakarta, Kamis.
Muhammadong menyebutkan, peningkatan keamanan ini menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan personel selama Ramadhan.
Dia meminta seluruh jajaran untuk memperkuat pengawasan wilayah, khususnya dalam menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.
"Momentum Ramadhan harus kita jaga bersama agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman dan khusyuk," ujar Muhammadong.
Baca juga: Satpol PP Jakbar siagakan parsonel antisipasi kerawanan saat Ramadhan
Selain itu, kesiapsiagaan personel bertujuan meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan di wilayah Jakarta Timur sehingga tercipta suasana kondusif, aman dan damai selama bulan Ramadan.
"Seluruh personel diharapkan sigap, responsif, serta tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas," katanya.
Personel juga diinstruksikan melakukan patroli rutin, pengawasan terhadap potensi gangguan ketertiban umum serta berkoordinasi dengan unsur TNI-Polri dan instansi terkait guna memastikan stabilitas wilayah tetap terjaga.
Dengan kesiapan yang telah dilakukan, Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Timur berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah Ramadan 1447 Hijriah.
Baca juga: Ini sanksi pelanggaran jam operasional usaha hiburan saat Ramadhan
Sebelumnya, Satpol PP Jakarta Timur (Jaktim) telah menggelar apel kesiapsiagaan di halaman Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Rabu (18/2).
Apel diikuti 256 anggota Satpol PP se-Jakarta Timur, serta melibatkan anggota Unit Reaksi Cepat (URC), Unit Intel Satpol PP, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) serta menerjunkan 56 personel Kendaraan Dinas Operasional (KDO).
Sementara itu, Polres Metro Jaktim telah mendirikan 27 posko terpadu yang tersebar dalam rangka mendukung Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya sekaligus mencegah tawuran jelang Ramadhan 2026.
Operasi Pekat Jaya 2026 merupakan bagian dari instruksi terpusat Polda Metro Jaya yang dilaksanakan secara serentak di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk Jakarta Timur.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Satpol PP tertibkan pedagang di Kebayoran Lama
Posko-posko ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur, TNI/Polri, Kodim 0505 hingga elemen masyarakat.
Setiap posko terpadu diisi oleh 20 personel yang bersiaga. Dari jumlah tersebut, 10 personel berasal dari unsur Polri, baik dari Polres Metro Jakarta Timur maupun Polda Metro Jaya.
Sementara 10 personel lainnya terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kodim 0505 Jakarta Timur, serta elemen masyarakat di sekitar lokasi posko.
Operasional posko terpadu dilakukan berdasarkan analisa tingkat kerawanan. Posko mulai aktif sejak pukul 16.00 WIB hingga 08.00 WIB keesokan harinya, waktu yang dinilai rawan terjadinya gangguan keamanan.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































