Di depan pebisnis AS, Prabowo: RI menarik untuk investasi

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto di hadapan para pengusaha Amerika Serikat, Rabu (8/2), menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik dan patut diperhitungkan oleh pelaku usaha global.

"Kami sangat terbuka dengan investasi. Kami butuh investasi dan kami ingin lebih banyak investasi. Kami yakin bahwa kami kompetitif dan menarik," kata Presiden di acara Business Summit yang digelar di US Chamber of Commerce, Washington DC.

Di depan kelompok pengusaha AS, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang tidak hanya melimpah, tetapi juga strategis.

Namun, menurut Presiden, daya tarik investasi Indonesia tidak berhenti pada aspek tersebut. Kepala Negara menilai Indonesia saat ini tengah mendorong percepatan industrialisasi yang membuka peluang investasi baru di berbagai sektor.

Dari sisi sumber daya alam, kata Presiden Prabowo, Indonesia memiliki cadangan mineral kritis seperti nikel, tembaga, dan bauksit yang menjadi bahan baku penting bagi teknologi masa depan.

"Saya kira kami memiliki kekuatan di mineral kritis. Saya juga mendapat laporan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan cadangan tanah jarang terbesar di dunia," katanya.

Sementara itu, dari sisi industrialisasi, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia kini berfokus pada hilirisasi sumber daya alam.

Dicontohkan Presiden, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menginisiasi 18 proyek hilirisasi tahun ini, termasuk proyek pengolahan sampah menjadi energi senilai Rp50,4 triliun atau setara 3 miliar dolar AS.

"Kami terus bergerak di hilirisasi industri, di mana Danantara menjadi motor penggerak utamanya. Kami bergerak sangat cepat di sektor-sektor tersebut," katanya.

Berdasarkan potensi tersebut, Presiden Prabowo berharap perusahaan asal AS tidak hanya memandang Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik, tetapi juga sebagai basis produksi utama.

Presiden juga menekankan pentingnya melihat Indonesia sebagai mitra strategis di Asia Tenggara, mengingat skala ekonomi nasional yang besar.

Indonesia tetap berkomitmen menjaga iklim investasi melalui kepastian regulasi, penegakan hukum, serta tata kelola pemerintahan yang baik.

Menurut Kepala Negara, faktor-faktor tersebut menjadi kunci dalam menarik minat investasi asing.

"Bagi pemimpin bisnis, kepastian adalah hal paling utama. Tidak ada yang mau investasi di situasi atau atmosfer yang dipenuhi ketidakpastian, ketidakstabilan, atau bahkan kekacauan," katanya.

Baca juga: Di Iftar Kadin AS, Prabowo: RI tak pernah gagal bayar utang

Baca juga: Prabowo saksikan 11 MoU US-ABC senilai 38,4 miliar dolar AS

Baca juga: Genjot hilirisasi, Prabowo kenalkan 18 proyek strategis di AS

Baca juga: Di hadapan USCC, Prabowo jamin iklim investasi di Indonesia kondusif

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |