Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog mendukung upaya menjaga kelancaran penyaluran hasil tebu petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melalui koordinasi dan fasilitasi bersama berbagai pihak guna menjaga kondusivitas serta keberlangsungan ekosistem pergulaan nasional.
"Perum Bulog menghormati penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh para petani tebu dan elemen masyarakat di Kabupaten Blora terkait dinamika operasional industri gula di wilayah tersebut," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum Bulog Tomi Wijaya sebagaimana keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Tomi menyampaikan Bulog memahami aktivitas pergulaan memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat, khususnya bagi petani tebu, tenaga kerja, pelaku transportasi, dan berbagai aktivitas usaha lainnya.
Dalam rangka menjaga kelancaran proses penyaluran hasil tebu petani, lanjut Tomi, Bulog saat ini terus melakukan koordinasi dan fasilitasi bersama berbagai pihak terkait sesuai peran, kewenangan, dan ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Wamentan nilai bongkar ratoon strategi pacu produksi gula nasional
"Fokus utama saat ini adalah menjaga situasi tetap kondusif, mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, serta mendorong komunikasi yang konstruktif antara seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Dia juga menyampaikan perusahaan mengedepankan pendekatan dialogis serta terbuka terhadap berbagai masukan dan aspirasi masyarakat.
“Kami menghormati aspirasi yang disampaikan masyarakat dan terus berupaya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mendukung kelancaran penyaluran hasil tebu petani serta menjaga situasi tetap kondusif,” tutur Tomi.
Bulog juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, dan suasana yang kondusif agar proses komunikasi dan penanganan di lapangan dapat berjalan dengan baik.
Baca juga: Kementan minta pabrik gula percepat CPCL kejar target 97 ribu ha tebu
"Perum Bulog akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait dalam mendukung keberlangsungan ekosistem pergulaan nasional secara bertanggung jawab dan berkelanjutan," katanya.
Diketahui, terdapat pemberitaan mengenai ancaman petani tebu di Kabupaten Blora akan melakukan aksi unjuk rasa hari ini Senin (1/6) di salah satu industri PT Gendhis Multi Manis (GMM) daerah itu mengenai penyerapan tebu.
Sebelumnya Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan hasil panen tebu petani Blora yang akan berlangsung mulai bulan Mei 2026 akan diserap melalui PT Gendhis Multi Manis (GMM) dengan mengacu pada harga pemerintah tahun 2026.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Jumat (3/4), ia menyampaikan hal itu saat melakukan kunjungan kerja ke PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Blora, Jumat, setelah bertemu langsung dengan tokoh masyarakat dan petani tebu di Kabupaten Blora sebagai upaya Bulog dalam merespons aspirasi petani terkait kepastian penyerapan hasil panen tebu tahun 2026.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































