Jeda taktis kiper akan dilarang di Piala Dunia 2026

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kepala wasit FIFA Pierluigi Collina mengungkapkan bahwa para pemain di 2026 FIFA World Cup akan dilarang pergi ke area teknis untuk berbicara dengan pelatih ketika penjaga gawang mereka cedera.

"Mereka (para wasit) tidak akan mengizinkan kedua tim untuk pergi ke bangku cadangan ketika seorang penjaga gawang tergeletak di tanah karena cedera," kata Pierluigi Collina dalam laporan BBC yang dipantau di Jakarta, Senin.

Collina menjelaskan, aturan tersebut sudah disampaikan dalam lokakarya bersama pelatih dari 48 peserta Piala Dunia 2026. Dalam pertemuan itu, FIFA menegaskan bahwa wasit akan bertindak lebih proaktif untuk mencegah pemain memanfaatkan momen cedera kiper sebagai jeda taktis.

Sementara itu, International Football Association Board (IFAB) juga menyetujui perubahan protokol video assistant referee (VAR). Perubahan itu memungkinkan peninjauan terhadap pelanggaran dalam fase serangan sebelum bola dimainkan.

Fenomena jeda taktis saat kiper cedera memang menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Situasi tersebut kerap dimanfaatkan pelatih untuk memberikan instruksi tambahan kepada pemain atau menghentikan momentum permainan lawan.

Salah satu contohnya terjadi pada November 2025. Pelatih Leeds United, Daniel Farke, menuding kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, berpura-pura cedera demi mengulur waktu dan mengganggu ritme pertandingan.

Dalam situasi seperti itu, kiper biasanya duduk di lapangan sambil meminta bantuan fisioterapis. Pada saat yang sama, pemain lain mendekati area teknis untuk menerima arahan dari pelatih. Setelah instruksi selesai diberikan, pertandingan pun kembali dilanjutkan.

Baca juga: Perubahan terbaru dalam Law of the Game sepak bola musim 2025/2026

Baca juga: Brasil hajar Panama 6-2 sebelum Piala Dunia 2026

IFAB sebenarnya telah mempelajari persoalan ini, tetapi hingga kini belum ada perubahan resmi dalam Laws of the Game. Sejumlah liga juga diminta melakukan uji coba sepanjang musim 2026–2027 guna mencari solusi terbaik.

Aturan serupa lebih dulu diterapkan di liga sepak bola wanita profesional Amerika Serikat, National Women's Soccer League (NWSL), yang memperkenalkan kebijakan sementara pada awal tahun ini.

Dalam aturan tersebut, ketika kiper mengalami cedera, pemain dari kedua tim harus tetap berada di posisi masing-masing atau berkumpul di lingkaran tengah lapangan. Mereka tidak diperbolehkan mendekati bangku cadangan.

Collina menilai kebiasaan seluruh pemain meninggalkan lapangan untuk menerima instruksi bukan hal yang baik bagi jalannya pertandingan. Karena itu, FIFA akan menerapkan pendekatan serupa seperti yang dilakukan NWSL.

"Penjaga gawang berhak mengalami cedera, tetapi para pemain tidak berhak meninggalkan lapangan untuk beristirahat sejenak bersama pelatih masing-masing," katanya.

Meski demikian, aturan baru ini dinilai belum sepenuhnya menyelesaikan masalah. Sebab, taktik menghentikan momentum lawan masih bisa dilakukan meski pemain tidak mendatangi area teknis.

Collina menegaskan bahwa seluruh federasi dan peserta harus memahami bahwa praktik tersebut nantinya tidak lagi diperbolehkan di Piala Dunia.

Para ofisial pertandingan nantinya akan bertugas menegakkan aturan tersebut. Namun, Collina memastikan tidak akan ada kartu kuning atau hukuman disiplin bagi pemain yang mencoba mendekati pelatih saat insiden cedera kiper terjadi.

"Agak aneh ketika hanya wasit, fisioterapis, dan penjaga gawang yang berada di lapangan saat pertandingan berlangsung. Semua pemain lain meninggalkan lapangan, dan itu tidak baik," katanya.

Baca juga: Profil Stadion Akron, calon saksi aksi Lamine Yamal dan Spanyol

Baca juga: Laga uji coba: Jerman hajar Finlandia 4-0, Deniz Undav cetak dua gol

Penerjemah: Aloysius Lewokeda
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |