Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat, untuk memastikan proses pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor berjalan optimal.
Dalam keterangan Biro Sekretariat Wakil Presiden, Jumat, kunjungan ini dilakukan dua bulan setelah wilayah tersebut terdampak bencana cukup parah pada akhir tahun lalu.
Pukul 06.30 WIB, Wapres beserta rombongan terbatas bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma menuju Bandara Soewondo, Medan, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Aceh Tamiang menggunakan helikopter.
Wapres dijadwalkan tiba di landasan Lapangan Bima Patra, Kabupaten Aceh Tamiang, pada pukul 09.27 WIB dan rencananya langsung meninjau kondisi pembelajaran pascabencana di SMP Negeri 1 Karang Baru, sebagai bagian dari upaya memastikan layanan pendidikan tetap berjalan.
Selain meninjau sekolah, Wapres juga diagendakan mengunjungi RSUD Aceh Tamiang, posko pengungsian, serta lokasi pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak.
Wapres akan kembali ke Jakarta pada hari yang sama. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal pemulihan pascabencana sekaligus memastikan percepatan pembangunan di daerah terdampak dapat berjalan sesuai target.
Selain itu, kunjungan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kehadiran negara secara cepat dan nyata dalam penanganan bencana, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang.
Presiden menginstruksikan agar seluruh kementerian dan pemerintah daerah bersinergi memastikan masyarakat terdampak tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga mendapatkan kembali akses pendidikan, kesehatan, serta hunian yang layak secara berkelanjutan.
Baca juga: Pengungsi di Gayo Lues kontak saudara jauh dengan Starlink dari Wapres
Baca juga: Wapres Gibran tinjau lokasi longsor Cisarua Bandung Barat
Baca juga: Tinjau banjir Karawang, Gibran minta prioritaskan kesehatan warga
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































