Strategi pemerintah kembangkan ekspor ikan di Papua

3 hours ago 3

Jayapura (ANTARA) - Papua memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat melimpah, namun kontribusinya bagi nilai ekspor nasional perlu dioptimalkan. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah pusat dan daerah terus menyusun strategi terintegrasi, dari hulu hingga hilir, guna mendorong peningkatan ekspor ikan, sekaligus memperkuat ekonomi biru di wilayah timur Indonesia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Iman Djuniawal mengatakan potensi hasil laut Papua mencapai sekitar 1,3 juta ton per tahun, terutama dari wilayah perairan utara yang masuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 717. Potensi tersebut mencerminkan kekayaan sumber daya ikan yang melimpah, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan ekspor.

Salah satu persoalan utama terletak pada keterbatasan infrastruktur perikanan. Hingga saat ini, Papua belum memiliki pelabuhan perikanan berskala besar yang mampu menampung kapal bertonase tinggi, sekaligus dilengkapi fasilitas ruang pendingin yang memadai. Akibatnya, sebagian besar hasil tangkapan dari perairan Papua justru didaratkan di luar daerah untuk diproses lebih lanjut.

Kondisi ini berdampak pada hilangnya nilai tambah ekonomi yang seharusnya dapat dinikmati oleh masyarakat lokal. Selain itu, ketergantungan pada daerah lain juga membuat rantai distribusi menjadi lebih panjang dan kurang efisien.

"Selama ini hasil tangkapan belum sepenuhnya didaratkan di Papua karena keterbatasan fasilitas. Padahal jika proses dilakukan di daerah, nilai tambahnya akan jauh lebih besar," ujar Iman.

Sebagai langkah strategis, pemerintah daerah mendorong penguatan infrastruktur melalui pengembangan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi di Kota Jayapura, menjadi pusat perikanan modern yang terintegrasi. Saat ini, PPI Hamadi hanya berfungsi sebagai lokasi bongkar muat hasil tangkapan nelayan, namun ke depan dirancang mencakup pengolahan, distribusi, hingga pusat transaksi.

Dengan luas lahan yang terbatas sekitar dua hektare, maka pengembangan PPI itu dilakukan secara vertikal agar mampu mengakomodasi berbagai aktivitas dalam satu kawasan. Konsep ini diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan ruang, sekaligus meningkatkan efisiensi kegiatan ekonomi di sektor perikanan.

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |