Kabupaten Bogor (ANTARA) - Sejumlah petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, mengalami kelelahan usai berjibaku memadamkan kebakaran pabrik plastik di wilayah Gunung Putri selama sekitar tujuh jam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor Yudi Santosa mengatakan kondisi kelelahan dialami anggota di lapangan akibat lamanya proses pemadaman serta beratnya medan dan material yang terbakar.
Menurut Yudi, sejumlah anggota mengalami kelelahan dan sempat mendapatkan penanganan medis, termasuk bantuan pernapasan menggunakan tabung oksigen.
Ia memastikan kondisi seluruh petugas dalam keadaan selamat dan tetap dapat tertangani dengan baik setelah mendapatkan bantuan medis di lokasi.
Menurut dia, setelah berjibaku memadamkan api sejak sore hingga malam hari, para petugas baru dapat beristirahat dan makan setelah proses pemadaman berhasil dikendalikan.
“Alhamdulillah akhirnya anggota bisa makan setelah tujuh jam berjibaku dengan api,” ujar dia.
Kebakaran pabrik plastik tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan berhasil dikendalikan pada pukul 22.10 WIB, sebelum dilanjutkan dengan proses pendinginan.
Dalam penanganan kebakaran itu, Damkar Kabupaten Bogor mengerahkan 10 unit mobil pemadam, satu unit Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) yang merupakan alat pelindung pernapasan mandiri mobile, dua unit rescue, serta sejumlah ambulans dari relawan.
Selain itu, sekitar 50 personel Damkar diterjunkan ke lokasi, dibantu relawan, TNI, serta aparat kepolisian dan Brimob untuk mempercepat proses pemadaman dan pengamanan area.
Yudi menambahkan, fokus utama petugas adalah mengendalikan api agar tidak meluas, mengingat material plastik yang mudah terbakar dan berpotensi menimbulkan asap tebal.
Ia menyebutkan, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan dan akan dilakukan setelah seluruh proses pemadaman dan pendinginan benar-benar selesai.
“Fokus pemadaman dulu, berikutnya baru investigasi penyebab,” kata Yudi.
Hingga saat ini, situasi di lokasi kebakaran dilaporkan telah terkendali dengan petugas masih melakukan pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































