Balai Kebudayaan pasang garis pembatas penemuan tulang megalit di Napu

3 hours ago 2
Ada sejumlah alternatif yang kemungkinan dapat dilakukan yakni mempertahankan posisi temuan sebagai display atau museum terbuka

Palu (ANTARA) - Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKwil) XVIII Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memasang garis pembatas di lokasi penemuan tulang manusia di kawasan megalit lembah Napu, Sulawesi Tengah.

“Kami pasang pagar pembatas yang bersifat sementara, karena posisi penemuan di ruang terbuka sehingga perlu pembatas,” kata Pamong Budaya PBKwil XVIII Sulawesi Tengah Sulawesi Barat Chalid dihubungi di Palu, Minggu, menanggapi penemuan tulang manusia di kawasan cagar budaya di Napu.

Ia menjelaskan, penemuan kerangka manusia di kawasan itu oleh pihaknya sejak Januari 2026, hingga kini belum dilakukan evakuasi karena berbagai pertimbangan.

Saat ini BPKwil XVIII telah mengutus juru pelihara berada di Napu melakukan pengawasan sebagai bagian dari pengamanan terhadap penemuan tersebut.

Baca juga: Arkeolog: Megalit ditemukan di Dongi-Dongi berusia sekitar 1.000 tahun

“Pengawasan kami lakukan secara berkala. Mengingat penemuan itu posisinya berada di dinding tebing bukit persis di pinggir jalan,” ujarnya.

Ia mengemukakan, ada sejumlah alternatif yang kemungkinan dapat dilakukan yakni mempertahankan posisi temuan sebagai display atau museum terbuka.

Kemudian melakukan penyelamatan dengan mengangkat temuan ke tempat yang dianggap memadai dan aman seperti museum, kantor desa dan tempat lainnya, lalu menimbun kembali temuan yang sudah terekspos.

“Penemuan tulang manusia berada dalam wadah yang sudah pecah di dalam tanah. Maka poin museum terbuka dan atau memindahkan penemuan itu sulit dilakukan, mengingat tempatnya sudah pecah dan rawan longsor,” tutur Chalid.

Baca juga: Kemenbud tetapkan Sulteng jadi gerbang informasi seribu megalit

Kata dia, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Poso sebagai unsur yang memiliki kewenangan.

Ia meminta masyarakat setempat ikut membantu pemerintah menjaga penemuan itu sebagai, karena bagian dari megalit yang dilindungi.

Baca juga: Gubernur Sulteng dan BPK Wilayah XVII sinergi promosikan 1.000 megalit

Pewarta: Mohamad Ridwan
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |