Wamenperin optimistis PMI manufaktur RI terus meningkat

2 days ago 1

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza optimistis kinerja manufaktur Indonesia terus mengalami peningkatan setelah Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur kembali ekspansi, naik dari level 46,9 pada Juni 2026 menjadi 50,2 pada Juli 2026.

Faisol menilai membaiknya kondisi global, perbaikan rantai pasok, serta kelancaran sektor logistik menjadi faktor yang dapat mendorong peningkatan aktivitas manufaktur nasional ke depan.

"Saya optimistis dengan kondisi global yang makin baik, rantai pasok membaik, logistik membaik, saya kira PMI di Agustus maupun September dan seterusnya akan meningkat," ujar Faisol di Jakarta, Senin.

Faisol juga menyampaikan perkembangan situasi geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah. Ia melihat adanya peluang perbaikan seiring dengan upaya berbagai pihak mencari solusi melalui jalur negosiasi.

Ia berharap perkembangan positif dari penyelesaian konflik global dapat membantu menciptakan stabilitas ekonomi, sehingga mendukung peningkatan aktivitas industri dalam negeri.

"Kalau kita bisa ikuti ini saja akan sangat membantu untuk peningkatan produktivitas di dalam negeri, antara lain meningkatkan PMI dan ekspor kita," ujar Faisol.

PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis oleh S&P Global pada Juli 2026 tercatat berada di level 50,2 atau kembali ke zona ekspansi setelah mengalami kontraksi pada Juni 2026 dengan level 46,9.

Pada Juli 2026, Indonesia mencatat PMI sebesar 50,2, lebih tinggi dibandingkan Myanmar yang berada di level 49,3, Malaysia di level 50,2, Filipina sebesar 51,8, serta Vietnam tercatat 52,9.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai kenaikan PMI manufaktur Indonesia ke level 50,2 pada Juli 2026 didorong oleh peningkatan produksi dan membaiknya permintaan domestik.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin mengatakan kenaikan PMI ke level 50,2 menunjukkan aktivitas manufaktur nasional kembali memasuki fase ekspansi setelah mengalami kontraksi pada Juni 2026 di angka 46,9.

"Perbaikan terutama didorong oleh meningkatnya produksi dan membaiknya permintaan domestik sehingga pesanan baru kembali bertambah," katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Menurutnya diperlukan konsistensi ekspansi dalam beberapa bulan ke depan serta dukungan dari indikator lain, seperti peningkatan output industri, utilisasi kapasitas produksi, dan investasi untuk memastikan pemulihan berjalan berkelanjutan.

Baca juga: PMI manufaktur naik, Kadin: Didorong peningkatan produksi-permintaan

Baca juga: Ekonom: Dunia usaha butuh kepastian saat PMI Manufaktur turun ke 46,9

Baca juga: Airlangga optimistis ekonomi RI kembali menguat di semester II 2026

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |