Wamenkomdigi: TVRI institusi strategis penjaga ruang informasi bangsa

2 days ago 7

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo menyatakan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI memiliki peran strategis sebagai penjaga ruang informasi nasional di tengah semakin kompleksnya tantangan disinformasi, polarisasi, dan banjir informasi digital.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan materi dalam kegiatan Digital Leadership Academy bagi pimpinan LPP TVRI, Senin, sekaligus menegaskan pentingnya peran pimpinan TVRI menerjemahkan kebijakan Presiden dalam konten mencerdaskan dan memperkuat kepercayaan publik.

“Di tangan para pemimpin TVRI, ruang informasi kita harus menjadi ruang yang mencerdaskan, memperkuat persatuan, dan menghadirkan informasi yang berpijak pada fakta demi kemajuan Indonesia. Mari berpikir besar, bertindak cepat, berani mengambil keputusan, dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” kata Angga Raka Prabowo.

Baca juga: Wamenkomdigi ungkap kekuatan media lokal hadapi era serba algoritma

Angga Raka mengatakan lembaga penyiaran publik dalam menjalankan tugas komunikasi publik bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi berperan sebagai instrumen negara untuk membangun kepercayaan publik, memperkuat persatuan, serta menghubungkan kebijakan pemerintah dengan masyarakat.

Maka dari itu, komunikasi publik harus berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan amanat UUD 1945 sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus menjadi instrumen untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurut Wamenkomdigi, tantangan media saat ini tidak hanya berasal dari derasnya arus informasi, tetapi juga berkembangnya disinformasi, konten yang memancing emosi (rage bait), serta penyebaran Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK) yang kerap mengalahkan fakta di ruang digital.

Kondisi tersebut diperkuat oleh algoritma platform digital yang lebih mengutamakan interaksi dibandingkan akurasi informasi.

Karena itu, TVRI diharapkan mampu mengambil peran lebih besar sebagai media publik yang menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, edukatif, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Dalam masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, TVRI harus mampu menerjemahkan program-program pemerintah menunjukkan negara hadir, berdaulat, mandiri, dan membangun manusia Indonesia.

Baca juga: Nezar ingatkan Indonesia tak boleh terlambat masuk rantai pasok AI

Menurut Angga seluruh program pemerintah merupakan implementasi konkret dari filosofi kepemimpinan Presiden sehingga komunikasi publik harus mampu menjelaskan hubungan antara kebijakan, manfaat, dan dampaknya bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memiliki pendekatan khas dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, yaitu berpikir besar, bertindak cepat, berani mengambil keputusan, dan menghadirkan solusi sekarang.

Pendekatan tersebut bertumpu pada prinsip facts on the ground atau bukti nyata di lapangan. Oleh karena itu, komunikasi publik harus dibangun di atas data, fakta, dan capaian yang dapat diukur, bukan sekadar narasi atau retorika.

TVRI tidak cukup hanya melaporkan peristiwa, tetapi juga menjelaskan substansi kebijakan, memperkuat literasi masyarakat, menjadi rujukan verifikasi informasi, serta menjaga ruang digital yang sehat.

Pergeseran tersebut menjadi bagian dari transformasi TVRI dari sekadar penyiar informasi menjadi institusi strategis pembangunan bangsa.

Baca juga: RI siapkan kemandirian AI dengan pengembangan infrastruktur-talenta

Baca juga: Nezar: Infrastruktur AI perlu diperkuat guna tingkatkan daya saing

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |