Wamenkomdigi: Platform digital wajib memverifikasi usia pengguna

5 days ago 3

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan bahwa platform digital bertanggung jawab menerapkan sistem verifikasi usia pengguna guna melindungi anak-anak di ruang digital.

Dia menekankan pentingnya penerapan sistem identifikasi usia pengguna platform digital saat menerima audiensi perwakilan YouTube di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Kamis (29/1).

"Kita membutuhkan mesin cerdas untuk mengidentifikasi usia pengguna. Platform bertanggung jawab untuk menerapkan teknologi semacam ini," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian pada Jumat.

Menurut dia, hal itu sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS, yang mewajibkan platform digital melakukan verifikasi usia pengguna dan membatasi konten negatif.

Nezar menyampaikan bahwa pengguna platform digital yang belum cukup usia harus dibatasi aksesnya terhadap konten-konten yang tidak layak mereka konsumsi.

"Dengan adanya identifikasi pengguna ini, anak-anak tidak diizinkan untuk melihat konten-konten tertentu," katanya.

Baca juga: YouTube luncurkan sistem kontrol orang tua untuk remaja

Baca juga: Roblox akan wajibkan verifikasi usia untuk mengakses fitur chat

Nezar mengapresiasi langkah YouTube menyediakan fitur untuk mempermudah orang tua mengawasi aktivitas anak di platform digital serta meningkatkan kemampuan algoritma guna mencegah munculnya konten negatif.

Dia berharap upaya tersebut dicontoh oleh platform-platform digital lain untuk memastikan keamanan anak di ruang digital.

Global Head and Vice President of Government Affairs and Public Policy YouTube Leslie Miller mengatakan bahwa YouTube telah menyediakan beberapa fitur untuk memudahkan orang tua memantau aktivitas anak di ruang digital, di antaranya fitur untuk mengubah akses akun.

"Fitur ini untuk mempermudah orang tua memberikan akses bagi anak-anak meskipun menggunakan satu gawai yang sama," kata Miller.​​​​​​​

Baca juga: Meta siapkan fitur pengawasan interaksi remaja dengan AI

Baca juga: LSF anjurkan orang tua gunakan fitur kontrol tontonan anak

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |