Surabaya (ANTARA) - Ribuan partisipan mengikuti aksi korve bersih pantai yang digelar secara masif di Pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dengan tema "Kolaborasi untuk Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)".
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Minggu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Pemkot Surabaya terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait pelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan sampah.
Ia menekankan kebersihan adalah tanggung jawab bersama bukan sekadar tugas pemerintah. Pihaknya berkomitmen untuk menjalankan program pemerintah pusat tersebut secara konsisten mulai dari level akar rumput.
“Saya ingin momentum HPSN 2026 ini menjadi awal untuk memulai gerakan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga di setiap perkampungan dan bersinergi dengan Kampung Pancasila,” kata Eri Cahyadi.
Baca juga: Menteri LH: Tingkat pengelolaan sampah melesat, naik jadi 24,95 persen
Dalam arahannya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membuat aturan jenis sampah yang boleh diangkut saat kerja bakti, mengingat banyaknya warga yang membuang perabotan, seperti kursi dan kasur, saat kerja bakti saluran atau lingkungan.
“Saya sering keliling dan banyak melihat saat kerja bakti yang keluar dari rumah bukan sampah saluran atau ranting pohon, tapi kursi rusak dan kasur. Ini namanya bukan kerja bakti, tapi aji mumpung titip buang sampah besar. Jika warga ingin membuang furnitur bekas harusnya dibuang di luar jadwal kerja bakti rutin,” katanya.
Sebagai efek jera, Eri Cahyadi akan memperkuat koordinasi dengan Pengadilan Negeri untuk memberikan denda besar bagi warga yang membuang sampah sembarangan, seperti melempar dari dalam kendaraan atau membuangnya ke sungai.
“Dendanya jangan diringankan lagi supaya jadi pelajaran," ucapnya.
Terkait kondisi pantai, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mencatat saat ini sampah plastik mulai berkurang, namun sampah popok bayi masih mendominasi. Menanggapi hal ini, Pemkot Surabaya akan memasang pembatas atau penahan sampah di perbatasan aliran sungai dan pemukiman.
Baca juga: Menteri LH pimpin aksi bersih hutan bakau Muaragembong Bekasi
"Kita akan pasang pembatas sampah di hulu, tengah, dan hilir. Surabaya ini posisinya di hilir, semua sampah dari atas lari ke sini seolah-olah Surabaya yang kotor. Dengan pembatas ini, kita akan tahu sampah itu kiriman atau warga lokal yang buang, supaya edukasinya bisa tepat sasaran,” katanya.
Kepala DLH Kota Surabaya Dedik Irianto menjelaskan peringatan HPSN di Kota Surabaya dilakukan serentak dengan aksi kerja bakti di kawasan Pantai Batu-batu dan di wilayahnya masing-masing.
"Target kita adalah membentuk perilaku hidup bersih. Pak Wali Kota Eri Cahyadi juga mengarahkan agar setiap kantor melakukan korve atau pembersihan lingkungan kantor setiap pagi sebelum mulai bekerja," kata Dedik.
Menurutnya, kesadaran warga dalam melakukan pemilahan sampah terus menunjukkan tren yang lebih baik. Meski demikian tingginya mobilitas penduduk (orang datang dan pergi) menjadi tantangan tersendiri.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi secara berulang karena perubahan populasi yang cepat di kota besar, seperti Surabaya ini,” katanya.
Baca juga: Menteri LH minta Pemkot Surabaya kelola sampah hingga pelosok kota
Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































