Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan motivasi dan penguatan karakter kepada murid SMK Negeri 5 Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan agar mengembangkan potensi diri dan disiplin sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
“Anak-anakku sekalian, kalian semua akan bisa menjadi anak-anak yang hebat. Kalian semua punya potensi, kemampuan, dan bakat. Bakat itu akan menjadi hebat kalau kalian bersungguh-sungguh mewujudkannya,” ujar dia dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Minggu.
Ia menegaskan setiap anak memiliki potensi, bakat, dan kemampuan yang unik.
Potensi tersebut, menurutnya, akan berkembang menjadi keunggulan apabila diasah dengan kesungguhan dan kerja keras.
Ia mengingatkan bahwa kehebatan tidak selalu diukur dari capaian akademik melainkan kemampuan setiap individu menemukan dan mengembangkan dirinya.
Baca juga: Kemendikdasmen hadirkan inovasi penanaman karakter lewat aplikasi
Ia menyampaikan tiga pesan utama sebagai kunci keberhasilan siswa dalam meraih cita-cita, yakni pertama, mengenali diri sendiri.
Ia menekankan bahwa langkah awal untuk menjadi pribadi yang unggul adalah memahami potensi, minat, dan arah pengembangan diri.
“Langkah pertama untuk menjadi anak yang hebat adalah kenali dirimu. Andalah yang paling tahu kemampuan seperti apa yang kalian miliki,” katanya.
Pesan kedua ialah membangun percaya diri. Setiap siswa, memiliki peluang untuk unggul sesuai dengan bakatnya masing-masing. Kepercayaan diri menjadi fondasi agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal.
Pesan yang ketiga ialah disiplin diri. Kesuksesan tidak terlepas dari kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten tanpa harus menunggu arahan dari orang lain.
Disiplin dalam mengatur waktu, membedakan hal yang bermanfaat dan tidak bermanfaat, serta bertanggung jawab atas pilihan diri merupakan bagian penting dari proses menuju keberhasilan.
“Mereka yang sukses adalah mereka yang menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya dan efektif. Ada waktu untuk belajar, bermain, dan beristirahat. Kalian sendiri yang mengatur. You are the manager of your own,” katanya.
Dalam konteks perkembangan teknologi yang semakin pesat, Mu'ti juga mengingatkan bahwa perubahan akan terus terjadi.
Sejumlah pekerjaan mungkin hilang karena transformasi digital, namun pada saat yang sama banyak peluang baru tercipta.
Oleh karena itu, siswa didorong untuk adaptif, tidak takut mencoba hal baru, dan tidak takut melakukan kesalahan dalam proses belajar.
Selain penguasaan kompetensi teknis, ia menekankan pentingnya penguatan soft skills seperti kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, serta beradaptasi dengan lingkungan yang beragam.
Menurutnya, keberhasilan seseorang juga ditentukan oleh kemampuan menjalin relasi sosial dan bekerja dalam tim.
“Tidak ada satupun ilmu yang tidak berguna dan tidak ada keterampilan yang tidak bermanfaat. Jika kalian memiliki soft skills yang baik, di manapun berada kalian akan mampu bekerja dengan baik sebagai seorang profesional,” kata Mu'ti.
Baca juga: Kemendikdasmen perkuat kompetensi guru manfaatkan IFP di ruang kelas
Baca juga: Kemendikdasmen resmikan revitalisasi 38 sekolah di wilayah 3T Kalbar
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































