Wali Kota pastikan fasilitas SRT Kendari dukung perkembangan siswa

2 days ago 2

Kendari (ANTARA) - Wali Kota Kendari Siska Karina Imran memastikan bahwa fasilitas yang ada di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dirancang secara optimal untuk mendukung tumbuh kembang dan semangat belajar para siswa.

"Tentu senang dan bahagia karena bicara sekolah dan pendidikan adalah hal yang paling mendasar dalam kehidupan kita, terutama dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia," kata Wali Kota KendariSiska Karina Imran usai meninjau fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Kendari, Senin.

Siska Karina menilai sarana dan prasarana di SRT 2 merupakan salah satu yang terbaik di Kota Kendari, sehingga tidak ada lagi kesenjangan kualitas sarana pendidikan antarjenjang sekolah.

"Fasilitasnya sangat keren, bahkan terbaik di antara sekolah yang ada di Kota Kendari. Jadi, tidak ada perbedaan antara sekolah negeri, swasta, maupun Sekolah Rakyat," ujarnya.

Di tengah momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Siska Karina berpesan kepada para siswa agar memanfaatkannya untuk mendukung perkembangan diri, membentuk kepribadian yang baik, serta meraih prestasi.

"Dengan pemerintah menghadirkan berbagai fasilitas yang sangat luar biasa, mereka harus bersemangat dan tumbuh dari dalam diri, berkepribadian, serta bisa membanggakan daerah dan negara," sebut Siska Karina.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat berbincang dengan salah seorang guru Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (3/8/2026). (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Ia menjelaskan bahwa keberadaan SRT 2 ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial RI, ​​​​​​​Satker Prasarana Strategis Kementerian PU RI, Pemkot Kendari, serta Forkopimda setempat.

Kota Kendari menjadi salah satu daerah dari 38 kabupaten/kota di Indonesia yang masuk dalam tahap awal pembangunan Sekolah Rakyat oleh pemerintah pusat.

Siska Karina mengungkapkan bahwa sekolah ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pemkot Kendari mencatat ada sekitar 1.000 anak tidak sekolah (ATS) di wilayahnya yang diidentifikasi untuk diintegrasikan ke dalam fasilitas pendidikan ini.

"Harapan kita, anak-anak yang sudah teridentifikasi tidak sekolah ini bisa kita masukkan ke sini, agar tidak ada lagi anak-anak kita di Kota Kendari yang tidak sekolah karena alasan apa saja," jelas Siska Karina.

Selain memastikan fasilitas yang memadai, Siska juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari perundungan (bullying).

"Di mana pun sekolahnya, tidak boleh ada praktik bullying. Mau dia Sekolah Rakyat, sekolah negeri, maupun sekolah swasta, tidak boleh ada praktik bullying di Kota Kendari," tambah Siska Karina.

Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |