Surabaya (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Arif Fathoni mengatakan bahwa pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya Tahun 2026 sebesar Rp12,7 triliun sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi.
"Sejak awal kami ingin APBD 2026 menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya," katanya usai pelaksanaan paripurna pengesahan APBD Kota Surabaya 2026 di Surabaya, Senin.
Ia mengatakan, APBD Tahun 2026 yang baru saja disahkan menjadi "kado" bagi warga Kota Pahlawan karena telah melalui rangkaian pembahasan di badan anggaran (Banggar), komisi-komisi, hingga finalisasi RAPBD dinyatakan selesai dan disahkan bertepatan dengan Hari Pahlawan.
Ia menjelaskan, APBD 2026 memprioritaskan pembangunan infrastruktur, pengendalian banjir yang saling terkoneksi, serta berbagai program perlindungan sosial.
"Termasuk pemberdayaan Gen Z di tingkat RW, perluasan beasiswa Pemuda Tangguh, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)," ujarnya.
Fathoni berharap program-program tersebut membuka peluang ekonomi baru di berbagai kawasan dan berdampak langsung pada upaya pengentasan kemiskinan.
"Kami menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program setelah APBD disahkan," ujarnya.
Ia mengingatkan agar Pemkot tidak mengulang pola tahun-tahun sebelumnya, di mana triwulan pertama masih tersita untuk perencanaan tanpa realisasi signifikan.
"APBD ini dinantikan sebagai stimulan pertumbuhan ekonomi. Karena itu jangan menunggu terlalu lama," ujarnya.
Ia juga menyebut target pemerintah pusat untuk pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen sebagaimana arahan Presiden Prabowo harus didukung oleh percepatan serapan anggaran di daerah.
"Yang penting sekarang pelaksanaannya. Serapan tidak boleh rendah di awal lalu menumpuk di akhir tahun. Mudah-mudahan bisa berjalan baik sesuai RPJMD Wali Kota Surabaya," katanya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot langsung bergerak setelah APBD 2026 diketok palu. Menurutnya, persiapan lelang proyek pembangunan bisa dilakukan sejak sekarang sehingga pekerjaan fisik dapat dimulai pada Januari 2026.
"Kontraknya memang Januari, tapi prosesnya sudah bisa dilakukan. Sehingga Januari juga bisa jalan," ujarnya.
Terkait pendapatan daerah, Eri menargetkan PAD Surabaya dapat meningkat hingga sekitar Rp10 triliun, dari capaian beberapa tahun terakhir yang berada di kisaran Rp8 triliun.
Kenaikan ini akan ditempuh melalui optimalisasi aset daerah agar tidak mangkrak, peningkatan pendapatan reklame dengan mengganti model penerangan menjadi neon fog yang lebih terang.
"Model reklame baru tersebut tidak membebani Pemkot karena biaya listrik ditanggung pihak ketiga, sementara pemkot tetap memperoleh pendapatan. Inovasi pendapatan daerah menjadi keharusan, terutama setelah adanya pengurangan TKD sekitar Rp730 miliar," katanya.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD dorong Pemkot Surabaya optimalkan penanganan banjir
Baca juga: Pimpinan DPRD Surabaya dukung inovasi Unesa untuk ketahanan pangan
Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































