Jakarta (ANTARA) - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mendukung pengembangan transportasi hijau melalui uji coba operasional bus listrik di Kota Semarang, Jawa Tengah sebagai bagian upaya menekan emisi dan mendorong mobilitas perkotaan berkelanjutan secara nasional.
"Sebagai pionir perusahaan kendaraan listrik CKD di Indonesia, VKTR tidak hanya berkomitmen menghadirkan kendaraan listrik, tetapi juga aktif mendorong adopsi EV di berbagai sektor, termasuk sektor transportasi umum," kata Direktur dan Chief Operational Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Dia menyampaikan pihaknya bersama Laksana mengikuti uji coba bus listrik 12 meter di Koridor 1 Trans Semarang yang mulai dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang.
Ia menekankan hal itu untuk menjawab keresahan masyarakat Semarang terhadap bus berbahan bakar fosil yang menghasilkan polusi udara hingga populer dijuluki ”cumi-cumi darat”.
"Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi nasional perusahaan," ujarnya.
Saat ini, lanjutnya, sebanyak total 122 bus listrik rakitan VKTR telah beroperasi khususnya di Jakarta melalui beberapa operator Transjakarta dan tambahan 30 bus lainnya sedang memasuki proses karoseri di Laksana.
Baca juga: VKTR umumkan pemesanan 80 bus listrik CKD dari Transjakarta-Damri
Sementara untuk uji coba yang dilakukan terhadap 1 unit bus listrik 12 meter rakitan VKTR dan Laksana akan beroperasi selama 1 bulan penuh di rute Terminal Mangkang – Terminal Penggaron, Semarang.
Selama masa uji coba, bus akan melayani penumpang secara langsung sehingga dapat dilakukan evaluasi menyeluruh dari sisi teknis, operasional, hingga pengalaman pengguna.
Sebelum dimulai uji coba, lanjutnya, VKTR bersama Laksana menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Modernisasi dan Transisi Bus Listrik Menuju Angkutan Umum Kota Semarang yang Berkelanjutan”.
Ia menegaskan forum diskusi itu dihadiri Dinas Perhubungan Kota Semarang, BLU UPTD Trans Semarang, serta sejumlah operator lokal. VKTR memastikan kesiapan teknologi kendaraan listrik, skema pembiayaan, serta standar keselamatan operasional sebagai bagian dari solusi komprehensif elektrifikasi transportasi publik.
Dalam rangkaian acara seremoni itu, bus listrik VKTR dan Laksana juga menjalani uji KIR (uji berkala kelayakan kendaraan) sebagai bagian dari prosedur sebelum dinyatakan layak beroperasi.
Baca juga: Bus listrik VKTR-Karoseri Laksana untuk TransJakarta resmi beroperasi
Bimo menambahkan langkah itu merupakan bagian dari strategi ekspansi nasional perusahaan setelah dipercaya Transjakarta untuk menyediakan unit bus listrik di ibu kota, pihaknya dan Laksana ingin membawa kesuksesan dari implementasi ini ke kota-kota lain.
"Oleh karena itu, kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang serta Trans Semarang untuk turut serta dalam uji coba ini," tuturnya.
Menurutnya hal itu merupakan momentum penting bagi pihaknya serta bukti komitmen perusahaan itu dalam mendukung transformasi transportasi publik ke arah yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman, menambahkan kolaborasi industri menjadi kunci dalam mempercepat elektrifikasi transportasi umum.
Sebagai perusahaan karoseri nasional, pihaknya melaksana berkomitmen mendukung pengembangan bus listrik melalui inovasi desain dan standar keselamatan yang tinggi.
Baca juga: VKTR targetkan pangsa pasar bus-truk listrik hingga 30 persen di 2030
"Kolaborasi bersama VKTR di Semarang ini menunjukkan bahwa industri dalam negeri memiliki kesiapan untuk menghadirkan solusi transportasi publik yang modern, efisien, dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan menyampaikan apresiasimenghadap inisiatif uji coba bus listrik ini sebagai bagian dari rencana modernisasi armada Trans Semarang.
"Kami menyambut baik pelaksanaan uji coba bus listrik ini sebagai langkah awal menuju transformasi angkutan umum yang lebih ramah lingkungan," kata Eddy.
Lebih lanjut dia mengatakan evaluasi selama masa trial akan menjadi dasar penting dalam mempersiapkan implementasi bus listrik secara lebih luas di Kota Semarang, sejalan dengan komitmen kami menghadirkan layanan transportasi publik yang nyaman, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Baca juga: Kolaborasi multipihak dinilai jadi kunci pacu integrasi ekosistem EV
Kota Semarang sendiri tengah mempersiapkan rencana pengadaan 27 unit bus listrik 12 meter pada tahun 2026 untuk Koridor 1 sebagai bagian dari modernisasi armada. Uji coba ini diharapkan menjadi langkah awal dalam proses evaluasi menuju implementasi yang lebih luas.
Melalui kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan pelaku industri nasional, VKTR optimis kehadiran bus listrik di Semarang tidak hanya menjawab isu “Cumi-Cumi Darat”, tetapi juga membuka babak baru ekspansi kendaraan listrik nasional di sektor transportasi publik.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































