Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Universitas Jember (Unej) meresmikan Artificial Intelegence (AI) Center untuk mendukung industri pertanian di Indonesia yang juga menjadi kado istimewa dalam kegiatan Dies Natalis ke-61 yang digelar di Auditorium kampus setempat, Senin.
"Pusat riset baru itu diharapkan menjadi tonggak penguatan riset dan inovasi berbasis kecerdasan buatan di sektor pertanian, selaras dengan visi Unej sebagai kampus berbasis agroindustri yang berdaya saing global," kata Rektor Unej Iwan Taruna dalam acara Dies Natalis itu.
Menurutnya, AI Center for Industrial Agriculture didirikan untuk menjadi pusat pengembangan, penelitian, dan hilirisasi, dengan memanfaatkan teknologi AI yang canggih, sehingga menaungi riset dari berbagai bidang strategis, mulai dari pertanian cerdas hingga teknologi medis dan mobilitas manusia.
"Untuk mendukung riset berskala besar, AI Center dilengkapi dengan fasilitas high performance computer (HPC) dan infrastruktur canggih itu memungkinkan pelatihan model AI berskala besar, mempercepat proses penelitian, dan mendukung layanan unggulan," tuturnya.
Baca juga: Menkop dukung Induk KUD bangun industri alat pertanian di Bekasi
Beberapa layanan, di antaranya riset pertanian cerdas dengan pengembangan AI, IoT, dan machine learning untuk meningkatkan produktivitas, mencegah hama, memantau kualitas tanaman, dan memperkuat rantai pasok.
"Kemudian di bidang kesehatan dan robotika terdapat Laboratorium Sistem Cerdas dan Robotika menghadirkan inovasi seperti robot terapi pasca-stroke (untuk rehabilitasi tangan dan jari menggunakan pemodelan gaya otot) serta rangka tangan eksoskeleton," katanya.
Tidak hanya itu, untuk kalangan disabilitas juga diciptakan robot penunjuk jalan untuk tuna netra dan smart wheelchair yang dikendalikan melalui gerakan kepala atau sinyal IMG.
Inisiatif itu dikemas melalui pameran yang menampilkan total 12 produk, menyoroti riset solusi smart farm nyata hasil kolaborasi dengan precision agriculture Indonesia, sebuah perusahaan rintisan (start-up) yang didirikan oleh inventor internal Unej Prof Bayu Taruna.
Baca juga: Komisi VII minta pemerintah perkuat kebijakan pertanian-energi daerah
Melalui peluncuran Pusat AI, Rektor Unej dua periode itu mengatakan bahwa masa depan pertanian bukan lagi hanya tentang kerja keras, melainkan tentang kerja cerdas.
Pusat AI dirancang untuk menjadi inkubator bagi dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan solusi berbasis AI, mulai dari prediksi hasil panen, identifikasi penyakit, hingga manajemen irigasi presisi yang bertujuan memastikan pertanian industrial Indonesia semakin efisien dan berdaya saing.
Sementara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof Brian Yuliarto dalam tayangan video yang diterima Unej menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif kampus setempat dalam meluncurkan AI Center.
"Langkah itu menunjukkan bagaimana kampus mampu memadukan kecerdasan buatan dengan inovasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan," katanya.
Menurutnya hal itu wujud kongkret dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak, riset yang menjawab kebutuhan, inovasi yang memecahkan masalah, dan pendidikan yang berdayakan masyarakat.
Baca juga: Pemerintah pacu kompetensi SDM sawit untuk penuhi kebutuhan industri
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































