Surabaya (ANTARA) - Universitas Kristen (UK) Petra atau Petra Christian University (PCU) Surabaya menghadirkan Pohon Natal Terang dari Timur berbahan kain setinggi tujuh meter bernuansa Papua di Perpustakaan kampus itu hingga 31 Januari 2026, menyambut perayaan Natal 2025.
Rektor UK Petra, Prof Rolly Intan menjelaskan makna tema Natal 2025 Terang dari Timur sebagai simbol kebaikan, keadilan, kebenaran, dan keselamatan yang diwujudkan bagi seluruh budaya, termasuk Papua.
“Jadi, terang dari timur itu sebetulnya simbol dari kebaikan, simbol dari keadilan kebenaran dan keselamatan, misalnya kedamaian gitu,” kata Prof Rolly Intan di Surabaya, Kamis.
Baca juga: Mahasiswa tiga negara ikuti "SuraBali Program 2019" UKP-Unair-Unud
Ia mengatakan pemilihan Papua sebagai konteks perayaan Natal 2025 didasarkan pada keyakinan bahwa terang Kristus bersifat universal dan tidak diperuntukkan bagi satu budaya tertentu.
“Kebetulan, tahun ini kita merayakan Natal dalam budaya Papua dan Papua adalah provinsi ya, daerah paling timur dari Indonesia. Kenapa sampai kita selalu mengadakan Natal dalam berbagai budaya sebagai umat Kristiani? Kita memahami dan percaya bahwa terang yang diwujudkan dengan kedatangan Kristus itu tidak saja diperuntukkan untuk salah satu budaya saja, tetapi Kristus datang secara universal untuk semua orang,” ujarnya.
Prof Rolly menegaskan tema tersebut juga menjadi pengingat bahwa kehadiran Kristus harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan masyarakat Papua, tidak hanya secara simbolis dan spiritual.
“Nah, sehingga kita mau ingatkan juga bahwa Kristus juga datang untuk Papua begitu ya. Jadi, terang juga harus kita wujudkan di Papua gitu ya. Nah, terang ini bukan cuma bicara masalah secara spiritual aja ya, tetapi bagaimana benar-benar kehidupan masyarakat Papua ini harus kita perhatikan, termasuk kesejahteraan mereka,” katanya.
Ia menambahkan UK Petra berupaya mewujudkan nilai keadilan dan kebenaran melalui kontribusi konkret di bidang pendidikan, salah satunya dengan penyediaan beasiswa bagi putra-putri Papua.
“Keadilan, kebenaran yang kita lakukan di sana, sehingga kontribusi nyata dari UK Petra. Saya kira, itu yang paling penting, begitu ya. Bukan cuma sekedar simbolis, kita mewacanakan saja, tapi kita melakukannya,” ujarnya.
Baca juga: Mahasiswa UK Petra dan Silpakorn University kolaborasi gelar pameran
Baca juga: Inovasi beton mahasiswa UKP jadi juara internasional
Menurut Prof Rolly, sebagai perguruan tinggi, UK Petra menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa asal Papua agar kelak dapat menjadi pemimpin di daerahnya.
“Salah satunya, karena kita kebetulan lembaga pendidikan tinggi, kita menyiapkan beasiswa, jadi scholarship bagi putra putri dari Papua begitu ya, untuk memberdayakan mereka, sehingga suatu saat mereka akan jadi pemimpin Papua di masa yang akan datang,” katanya.
Ia menyoroti penerimaan mahasiswa Papua di Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UK Petra.
“Ada lima mahasiswa Papua yang kita berikan beasiswa untuk masuk ke FK Petra, sudah barang tentu dengan seleksi yang cukup ketat, dan mereka ini adalah putra putri terbaik,” ujar Prof Rolly.
Menurut dia, banyak mahasiswa Papua memiliki prestasi tinggi dan potensi besar yang perlu didukung melalui akses pendidikan tinggi yang setara.
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































