Rubio dan Wang sepakat jaga stabilitas hubungan jelang kunjungan Trump

1 hour ago 1

Tokyo (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi sepakat mendorong “pengembangan yang stabil” hubungan bilateral, ketika kedua negara bersiap menyambut kunjungan Presiden Donald Trump ke Beijing pada April, demikian laporan media, Sabtu (14/2).

Beberapa jam setelah pertemuan mereka di Jerman, Jumat (13/2), kantor berita pemerintah China Xinhua melaporkan bahwa Wang dan Rubio juga sepakat meningkatkan dialog dan kerja sama di berbagai bidang.

“Selama kita menjunjung kesetaraan, saling menghormati, dan timbal balik, kita dapat menemukan solusi untuk mengatasi kekhawatiran masing-masing dan mengelola perbedaan dengan tepat,” demikian Wang dikutip mengatakan kepada Rubio.

Departemen Luar Negeri AS belum mengungkapkan isi pembahasan kedua pejabat tersebut.

Pertemuan tatap muka kedua antara kedua diplomat tertinggi itu digelar di sela-sela acara tahunan Konferensi Keamanan Munich. Pertemuan tersebut berlangsung setelah percakapan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping pada awal bulan ini.

Setelah percakapan tersebut, Trump, yang berharap dapat bertemu Xi pada April, mengatakan mereka membahas banyak isu penting, termasuk perdagangan, Taiwan, dan situasi terkini di Iran.

Menurut situs berita AS Politico, Trump berencana mengunjungi ibu kota China pada pekan pertama April. Kunjungan itu akan menjadi lawatan pertamanya ke China sejak masa jabatan keduanya dimulai pada Januari 2025.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent diperkirakan akan bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng dalam beberapa pekan mendatang untuk mempersiapkan pertemuan puncak tersebut.

Pada Senin, Bessent mengatakan sejumlah pejabat senior AS telah mengunjungi China pekan lalu untuk menyiapkan pertemuannya dengan He Lifeng.

Trump dan Xi menyepakati gencatan perang dagang selama satu tahun antara dua ekonomi terbesar dunia serta kembali ke status quo sebelumnya saat mereka bertemu di Korea Selatan pada Oktober tahun lalu.

Setelah percakapan terbaru itu, Trump menyatakan China kini berencana membeli lebih banyak produk pertanian dari AS, termasuk 20 juta ton kedelai pada musim berjalan.

Pada awal pekan ini, Rubio menyampaikan kritik keras atas vonis 20 tahun penjara terhadap aktivis pro-demokrasi Hong Kong Jimmy Lai. Ia menyebut putusan itu sebagai kesimpulan yang tidak adil dan tragis dalam kasus yang mendapat sorotan internasional tersebut. Isu itu kemungkinan turut dibahas dalam pertemuan dengan Wang pada Jumat.

Lai (78), pengkritik Partai Komunis China, divonis bersalah atas tuduhan subversi dan kolusi dengan kekuatan asing berdasarkan undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan Beijing di Hong Kong pada 2020.

Pada Desember, Trump mengungkapkan bahwa ia telah meminta Xi mempertimbangkan pembebasan Lai, pendiri surat kabar pro-demokrasi, Apple Daily, yang kini telah ditutup, dengan mempertimbangkan kondisi kesehatannya yang buruk.

Rubio dan Wang menggelar pertemuan tatap muka pertama mereka pada Juli tahun lalu di Kuala Lumpur.

Sumber: Kyodo-OANA

​​​​​​​Baca juga: AS bahas rantai pasok mineral kritis tanpa melibatkan China

Baca juga: China konfirmasi keinginan Trump untuk bertemu Xi Jinping pada April

Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |