UE terima ratusan ribu pengungsi meski dorong kebijakan anti-migrasi

12 hours ago 1

Moskow (ANTARA) - Data statistik Eurostat mencatat terdapat hampir 670.000 permohonan suaka baru di 2025 dan memberikan lebih dari 683.000 status perlindungan baru sementara terhadap warga negara Ukraina.

Angka yang dirilis pada Jumat (19/6) itu tercatat terlepas dari pembicaraan yang sedang berlangsung mengenai pengetatan kebijakan migrasi dan pemberantasan migrasi ilegal.

"Pada tahun 2025, Uni Eropa mencatat 669.710 permohonan suaka untuk pertama kalinya," menurut Eurostat dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan dalam rangka memperingati Hari Pengungsi Sedunia pada 20 Juni.

Selain itu, negara-negara Uni Eropa juga mengeluarkan 325.955 keputusan positif tingkat pertama atas permohonan suaka serta 49.025 keputusan positif lainnya setelah proses banding dan peninjauan ulang.

"Pada tahun 2025, Uni Eropa juga memberikan status perlindungan sementara baru kepada 683.475 orang yang mengungsi dari Ukraina," tambah pernyataan Eurostat itu.

Baca juga: Sejumlah menteri anggota UE bertekad perketat kebijakan migrasi

Dengan demikian, jumlah status perlindungan sementara yang diberikan Uni Eropa kepada warga Ukraina di 2025 lebih banyak daripada jumlah permohonan suaka baru yang diajukan oleh semua warga negara lain.

Jumlah status perlindungan sementara tertinggi bagi warga Ukraina tercatat pada tahun 2022 setelah peluncuran mekanisme Uni Eropa terkait.

Warga negara Venezuela untuk pertama kalinya menjadi kelompok pencari suaka baru terbesar di Uni Eropa pada 2025, dengan jumlah mencapai 13,4 persen dari total pencari suaka di Uni Eropa atau setara dengan 89.455 permohonan, menurut Eurostat.

Baca juga: Separuh lebih anggota UE desak bentuk pusat migrasi di luar kawasan

Warga negara Afghanistan menempati urutan kedua terbesar dengan 63.900 permohonan, sedangkan warga negara Suriah berada di posisi ketiga dengan 40.405 permohonan.

Menurut data statistik itu, jumlah permohonan suaka tertinggi tercatat di 2015 yaitu sebanyak 1.216.860 permohonan.

Sementara itu, mekanisme perlindungan sementara diaktifkan pada Februari 2022, dengan memberikan akses kepada warga Ukraina untuk memperoleh izin tinggal, pekerjaan, perawatan kesehatan, dan pendidikan di seluruh Uni Eropa.

Mekanisme tersebut direncanakan akan tetap berlaku hingga Maret 2027.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Parlemen Eropa setujui reformasi migrasi yang sebelumnya ditentang

Penerjemah: Katriana
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |