Washington (ANTARA) - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance pada Sabtu (20/6) mengatakan AS tidak melihat bukti bahwa Iran masih menutup Selat Hormuz.
"Kami tidak melihat bukti apa pun bahwa Iran masih menutup Selat Hormuz. Namun, akan membutuhkan waktu untuk membersihkan ranjau-ranjau itu," kata Vance kepada Fox News.
Ia meyakini bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran akan bertahan.
"Saya sangat yakin kita dapat mempertahankan gencatan senjata," ujarnya.
Sebelumnya dikabarkan, lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz mencapai level tertinggi sejak awal Juni. Sebanyak 25 kapal melintasi jalur strategis itu pada Kamis setelah nota kesepahaman (MoU) perdamaian antara AS dan Iran mulai berlaku.
Baca juga: Iran akan tutup Selat Hormuz, tuding AS ingkar janji
Iran dan AS mencapai kesepakatan 14 poin pada 14 Juni melalui perundingan yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang dan menyelesaikan perselisihan melalui dialog.
Dokumen yang dikenal sebagai Memorandum Islamabad itu mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara digital oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.
Kesepakatan tersebut mencakup penghentian perang, termasuk di Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pencabutan blokade maritim AS terhadap Iran.
Selat Hormuz menjadi perhatian pelaku pasar setelah lalu lintas komersial di jalur tersebut melambat tajam sejak dimulainya serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti/Anadolu
Baca juga: Delegasi Iran bertolak ke Swiss, desak AS patuhi kesepakatan
Baca juga: Vance: Tindakan militer terhadap Iran tetap jadi pilihan bagi AS
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































