BNPB: Cuaca ekstrem di Pulau Morotai akibatkan satu warga meninggal

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima laporan terkait kejadian cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia akibat tersambar petir.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa berdasarkan laporan kronologis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, korban merupakan seorang nelayan setempat.

Baca juga: BMKG peringatkan potensi cuaca ekstrem di Malut 8–14 September 2025

"Seorang warga Desa Bido, Kecamatan Morotai Timur, yang baru kembali dari aktivitas melaut diduga tersambar petir dan meninggal dunia akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan pesisir tersebut pada Kamis (18/6)," kata dia.

Abdul memaparkan sesaat setelah peristiwa itu terjadi, jajaran petugas darurat di tingkat tapak bersama warga langsung melakukan evakuasi dan menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Sebagai bentuk kepedulian dan penanganan dampak pascabencana, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai saat itu juga telah mempersiapkan penyaluran santunan duka kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

Berdasarkan hasil kaji cepat dan pemantauan visual di sekitar lokasi kejadian, BPBD memastikan tidak terdapat laporan mengenai kerusakan infrastruktur maupun kerugian materiil pada pemukiman warga akibat cuaca buruk tersebut.

Baca juga: BMKG peringatkan potensi cuaca ekstrem di Malut

Baca juga: BMKG imbau warga Malut waspadai cuaca ekstrem

Kendati demikian, kata Abdul, fenomena cuaca ekstrem yang memicu petir dan angin kencang di wilayah kepulauan Maluku Utara ini tetap memerlukan perhatian khusus, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di sektor maritim.

Untuk itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah, para nelayan, dan masyarakat di kawasan pesisir Pulau Morotai untuk selalu memantau prakiraan cuaca berkala dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta menunda aktivitas melaut jika kondisi awan konvektif atau cumulonimbus mulai menebal demi keselamatan.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |