Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan dua wilayah administrasi di Provinsi Jawa Tengah, yakni Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga, mulai dilanda bencana kekeringan menyusul masuknya periode awal musim kemarau pada pertengahan Juni.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kedua kabupaten tersebut telah melakukan gerak cepat untuk menyalurkan bantuan pasokan air bersih bagi warga terdampak.
"Memasuki awal musim kemarau ini, jajaran BPBD setempat terus melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan lintas sektor untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara merata," kata dia.
Abdul memaparkan, untuk wilayah Kabupaten Banyumas, krisis air bersih melanda warga di Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur dengan populasi terdampak mencapai 523 kepala keluarga (KK), serta Desa Taman Sari di Kecamatan Karanglewas sebanyak 44 KK.
Baca juga: BMKG sebut lima daerah berstatus siaga kekeringan meteorologis di NTB
Guna mengantisipasi puncak musim kemarau yang diprakirakan terjadi pada Agustus mendatang, pemerintah daerah setempat tengah mengupayakan pengadaan tandon penampungan air darurat di setiap rukun tetangga (RT) untuk memperluas jangkauan distribusi.
Saat ini, di wilayah Banyumas telah disiagakan penampungan air berkapasitas 4.000 liter yang ditempatkan di tiga titik lokasi strategis berdasarkan hasil asesmen lapangan per Jumat (19/6).
Sementara itu, kekeringan di Kabupaten Purbalingga melanda kawasan perbukitan Kecamatan Karangreja, tepatnya di Desa Kutabawa dan Desa Serang, yang menyebabkan sedikitnya 102 KK atau setara 398 jiwa kesulitan memperoleh air bersih.
Merespons kedaruratan di Purbalingga, BPBD setempat telah mendistribusikan bantuan logistik awal sebanyak dua armada truk tangki atau setara 10.000 liter air bersih khusus untuk menyuplai kebutuhan domestik warga di Dusun Gunung Malang.
"BPBD setiap wilayah terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di wilayah terdampak dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi," kata Abdul.
Baca juga: BNPB: Hari tanpa hujan picu bencana kekeringan di Pasuruan Jawa Timur
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































