Jakarta (ANTARA) - Perusahaan keamanan siber TrendAI meluncurkan pusat data lokal di Indonesia untuk mendukung layanan platform keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) TrendAI Vision One.
Country Manager TrendAI Indonesia Fetra Syahbana mengatakan kehadiran pusat data tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan pasar Indonesia sekaligus memenuhi ketentuan mengenai pengelolaan data di dalam negeri.
"Indonesia merupakan pasar yang potensial. Karena itu kami mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk menghadirkan pusat data di Indonesia," kata Fetra dalam temu media di Jakarta, Senin.
Baca juga: Pengamat sebut keamanan siber indikator daya saing investasi negara
Menurut dia, perkembangan AI telah mengubah lanskap keamanan siber sehingga sistem perlindungan juga dituntut mampu merespons ancaman dengan lebih cepat.
"Kalau selama ini orang mungkin tidak terlalu memikirkan speed, sekarang dengan adanya AI kemampuan perusahaan untuk mengamankan asetnya juga dituntut semakin cepat karena dengan AI semuanya berjalan lebih cepat," ujarnya.
Peluncuran pusat data tersebut juga sejalan dengan perubahan identitas bisnis enterprise Trend Micro menjadi TrendAI pada Maret 2026.
Baca juga: Menko Airlangga: Industri pusat data Batam tumbuh 22 persen per tahun
Implementasi itu sekaligus menjadikan Indonesia sebagai lokasi pusat data regional TrendAI yang ke-12 di dunia serta memperkuat komitmen perusahaan terhadap ketahanan infrastruktur, residensi data lokal, dan transformasi digital.
Menurut Fetra, infrastruktur lokal tersebut membantu pelanggan memenuhi ketentuan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) serta panduan keamanan siber dan lokalisasi data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi sektor jasa keuangan.
TrendAI menargetkan layanan tersebut dapat dimanfaatkan oleh instansi pemerintah, industri telekomunikasi, sektor infrastruktur penting, serta lembaga jasa keuangan, termasuk lebih dari 135 bank yang berada di bawah pengawasan OJK.
Baca juga: BP: Batam siap jadi pusat infrastruktur kecerdasan buatan skala global
Fetra mengatakan pusat data tersebut dibangun dengan tiga fokus utama, yakni residensi data, kepatuhan terhadap regulasi, serta peningkatan kecepatan dan keandalan layanan.
"Ada tiga pilarnya kalau kita bicara soal data center ini. Pertama data residency sehingga data tidak keluar dari Indonesia. Kedua compliance terhadap berbagai regulasi. Ketiga, layanan kami menjadi lebih cepat dan lebih andal bagi pelanggan di Indonesia," kata Fetra.
Baca juga: Menko Airlangga: RI-Singapura dorong pusat data regional
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































