Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menjadi evaluasi menyeluruh untuk memperkuat standar keselamatan pelayaran, penanganan darurat, dan perlindungan seluruh pengguna jasa.
Dudy menyatakan pemerintah akan mengevaluasi secara menyeluruh penyebab insiden, prosedur operasional, serta sistem keselamatan pelayaran agar kejadian serupa tidak terjadi pada masa mendatang.
“Guna mencegah terulangnya kejadian serupa, Kementerian Perhubungan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Yang terjadi sekarang ini akan menjadi bahan evaluasi agar hal-hal serupa tidak terjadi lagi," kata Menhub dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Evaluasi tersebut termasuk mencakup penyempurnaan standar operasional penanganan keadaan darurat guna memberikan perlindungan maksimal.
Menhub menegaskan apabila hasil investigasi menemukan dugaan tindak pidana dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, proses hukum akan dijalankan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Baca juga: Menhub pastikan hak korban dan keluarga KMP Mutiara Sentosa terpenuhi
"Bila ditemukan dugaan tindak pidana, akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Dudy.
Kementerian Perhubungan juga memastikan penanganan korban dan investigasi KMP Mutiara terus berjalan. Saat ini resmi beralih menjadi Operasi SAR Rutin Kesiapsiagaan
Memasuki hari ketiga pascainsiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, sebanyak 62 korban berhasil dievakuasi dari Masalembu ke Surabaya. Dengan demikian, total 238 orang yang berada di atas kapal, terdiri atas penumpang dan awak kapal, telah berhasil dievakuasi.
“Atas nama pemerintah, kami kembali menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang. Dengan rasa duka yang mendalam, terdapat lima korban yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia,” ucap Menhub.
Untuk mengungkap penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Kemenhub mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Saat ini, KNKT telah menurunkan tim investigator ke lokasi guna mengumpulkan data dan berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub telah menyurati dan memanggil operator KMP Mutiara Sentosa II guna proses audit terhadap sistem manajemen keselamatan.
“Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi sehingga diharapkan kejadian serupa tidak akan terjadi di kemudian hari,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud.
Baca juga: Menhub: Penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa diinvestigasi
Pemerintah melalui PT Jasa Raharja memastikan seluruh korban memperoleh haknya, mulai dari biaya perawatan dan pengobatan, hingga santunan.
Kementerian Perhubungan juga berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan instansi terkait untuk memfasilitasi pemulangan jenazah korban ke daerah asal tanpa membebani keluarga.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii menjelaskan, proses evakuasi seluruh korban dilakukan dengan dukungan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian
Berdasarkan hasil pendataan terhadap para korban, saat keadaan darurat kru kapal telah memberi instruksi kepada penumpang untuk berkumpul di anjungan dan mengenakan jaket keselamatan sebelum meninggalkan kapal.
“Atas dasar itu, operasi SAR khusus dalam penanganan kedaruratan KMP Mutiara Sentosa II secara resmi kami alihkan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan yang dikendalikan oleh Kantor SAR Surabaya," katanya.
"Meski demikian, operasi rutin tetap difokuskan di perairan sekitar lokasi kejadian dan kami tetap membuka posko pengaduan apabila terdapat laporan baru dari masyarakat,” tambah Syafii.
Baca juga: Menhub Dudy tinjau penanganan korban kebakaran KMP Mutiara di Sumenep
Baca juga: Menhub akan evaluasi operator KMP Mutiara Sentosa II
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































