Jakarta (ANTARA) - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500, sebuah pemeringkatan yang menampilkan perusahaan - perusahaan dengan pendapatan terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan mengatakan masuknya BUMN baja tersebut pada peringkat ke-290 perusahaan dengan pendapatan terbesar di kawasan Asia Tenggara, menjadi pengakuan atas transformasi perusahaan yang terus menunjukkan hasil positif dan semakin memperkuat peran perseroan sebagai industri strategis nasional.
Menurut dia masuknya Krakatau Steel dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 juga merupakan indikator penting yang mencerminkan kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional dan pembangunan industri Indonesia.
"Pencapaian ini mencerminkan dampak ekonomi yang dihasilkan terhadap tenaga kerja, industri dan pembangunan nasional,” ujar Akbar Djohan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Dikatakanya pencapaian tersebut tidak diraih dengan mudah mengingat ketatnya persaingan antarperusahaan di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, pemeringkatan Fortune Southeast Asia 500 didasarkan pada pendapatan operasional perusahaan sehingga mencerminkan aktivitas bisnis dan kontribusi ekonomi yang nyata.
Meski demikian, Akbar menegaskan bahwa fokus utama Krakatau Steel bukan semata-mata mengejar kenaikan peringkat dalam berbagai pemeringkatan, melainkan memastikan transformasi perusahaan berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Baca juga: Krakatau Steel tingkatkan peluang kerja dan daya saing SDM Banten
Baca juga: COO Krakatau Steel: Energi bersih terjangkau kunci transisi baja hijau
"Yang lebih penting adalah terus memperkuat aspek-aspek fundamental perusahaan, mulai dari tata kelola, inovasi, efisiensi operasional, hingga kemampuan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Masuknya Krakatau Steel dalam Fortune Southeast Asia 500, tambahnya, juga menjadi bukti bahwa langkah transformasi yang dijalankan perseroan berada pada jalur yang tepat.
Berbagai upaya perbaikan kinerja, penguatan tata kelola, peningkatan efisiensi, serta optimalisasi bisnis yang dilakukan secara berkelanjutan, menurut dia, telah memberikan dampak positif terhadap daya saing perusahaan.
Ke depan, perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970 itu berharap semakin memperkuat kontribusi industri baja nasional di tingkat regional maupun global.
Selain itu berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan nasional melalui penyediaan produk baja berkualitas, penguatan rantai pasok industri dalam negeri, serta penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.
Baca juga: COO Krakatau Steel: Industri baja strategis bagi ketahanan RI
Baca juga: Krakatau Steel terapkan transformasi menyeluruh, pacu kinerja persero
Pewarta: Subagyo
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































